Subscribe:

Pages

Sabtu, 26 November 2011

SITUASI DI ZAMAN KINI


Cobalah kita perhatikan situasi dunia zaman kini! Di abad yang kedua puluh di abad yang dikatakan modern atau kata orang sekarang zaman kemajuan, coba kita sesuaikan dengan sabda Nabi diatas, niscaya kita akan melihat serta mengakui kebenarannya.
Orang kaya tidak sedikit, tapi orang miskin tetap terlantar, banyak orang-orang dikota besar yang tidur dikolong jembatan atau di gerbong kereta api tua, atau bikin gubuk dari karton bekas di pinggir kali. Tidur anak beranak disitu meskipun berulang-ulang diadakan pembersihan, tapi berulang mereka kembali lagi datang menempati tempat itu.
Lama kelamaan pemandangan yang seperti itu sudah di anggap biasa saja, jadi orang tidak perlu ta'jub dan heran.
tiap tahun tidak sedikit hasil zakat Fitrah dibagikan kepada mereka orang gelandangan, di ibu kota, hal itu cuma sekedar menggembirakan hati mereka menjelang idul Fitri. Tapi untuk menolong dan merubah nasib mereka untuk kembali kepada manusia yang wajar belum mampu dalam pelaksanaannya, inilah suatu problema yang sukar diatasi, selama perhatian masyarakat atau bangsa acuh tak acuh terhadap mereka. yang nyata, nasib mereka belum dapat diatasi, dan belum dapat diperbaiki. terjadilah pemandangan yang kontradiksi, yang miskin tetap hidup dalam kemiskinan, yang kaya hidup berlebih-lebihan. Inilah Zaman akhir di mana harta benda melimpah ruah.
Kemudian kata Hadits, harta warisan menjadi perebutan. Seorang bapak yang kaya raya, meninggalkan banyak harta, kemudian harta warisan itu jadi rebutan para ahli warisnya, hingga terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Suami-suami kini sudah tunduk kepada Isteri. Biasanya isteri yang mengurus anak-anaknya dirumah, tapi kini jadi terbalik, suami mengurus anak-anaknya, sang isteri bekerja mencari nafakah. hal ini sudah tidak aneh lagi buat dizaman sekarang.
Tidak kurang orang hidup senang dengan anak isterinya, tapi ibu bapaknya hidup sengsara, pergi meminta-minta belas kasihan orang, guna mencari sesuap nasi.
Kaum wanita zaman kini tidak mau ketinggalan zaman katanya, ingin turut bekerja disegala bidang, bersama kaum laki-laki. Inilah zaman emansipasi wanita harus maju.
Kaum wanita masa kini sudah dapat menggantikan kedudukan atau jabatan orang laki-laki, menjadi menteri, menjadi lurah, menjadi inspektur polisi, menjadi supir taksi, menjadi hakim, menjadi kondektur, menjadi dalang wayang kulit, menjadi pemain musik, sampai menjadi pemain sepak bola. Kalau dulu wanita menjadi penyanyi dan penari, tapi kini kaum wanita itu juga yang menjadi pemimpinnya. Dan banyak lagi hal-hal yang dianggap tidak pantas bagi kaum wanita seperti menjadi supir taksi atau tukang cukur rambut, maka kini sudah dianggap biasa.
Kemudian kata Nabi s.a.w. wanita di zaman akhir "Al-aariyaat wal ghoofilat" bertelanjang dan lupa malu. Memang benar, maksudnya bukan sengaja bertelanjang dijalan raya. Tidak! Wanita-wanita itu sengaja disuruh bertelanjang dengan membuka pakaiannya sedikit demi sedikit sampai bertelanjang sama sekali. Itulah yang dinamakan ,,Streep tees". Mereka berbuat begitu adalah untuk memenuhi kehendak kaum laki-laki. Menari telanjang dan ditonton beramai-ramai oleh kaum laki-laki di tempat-tempat tertentu, dengan mendapat bayaran yang mahal.
Beginilah keadaan wanita Zaman sekarang, dimana-mana negeri, dikota besar, umum semua mengetahui. Tapi Sekali lagi kami katakan tidak semua wanita mau berbuat begitu.
jadi jelasnya, bukan saja kaum wanita zaman sekarang senang memamerkan cara berpakaian atau perhiasan, bahkan memamerkan keadaan bentuk tubuhpun dalam keadaan ,,Polos" tidak malu-malu lagi.
Saudara tidak usah jadi panik atau sakit kepala turut memikirkan keadaan wanita zaman sekarang, karena inilah dia suatu tanda daripada tanda-tanda kiamat akan tiba, sebagaimana Nabi katakan empat belas abad yang lalu.

BENCANA ALAM SERING TERJADI


Menurut keterangan Syaikh Zainul Abidin dalam kitabnya Kasyful Gaibiah, apabila saat kiamat akan tiba, maka akan terjadi bencana alam di kota makkah dan madinah. Kota makkah akan rusak binasa karena peperangan. Katanya kota makkah akan hancur karena peperangan dengan tentara habsyi. Sebaliknya medinah akan menderita kelaparan, sehingga penduduknya banyak yang mati. Basrah terjadi banjir, Kaufah terjadi peperangan, Armaniah dengan banjir berlumpur, Khurasan,Isfahan dan persia (Iran) terjadi perang saudara, Yaman dengan hama belalang, India dengan banjir besar, Afrika, tunisia dan mesir dengan keringnya sungai Nil.
Demikian dalam Kitab Kasyful-Gaibiah.
berkata Arif Asy-Sya'roni riwayat Atturmudzi dari Sayidina Ali r.a, Nabi bersabda :

Idzaa kaanal mughnimu daulan wal aamaanatu mughniman wazzakaatu maghroman wa athoo'ar rojulu zaujatahu wa'aqqo ummahu wajappa abaahu wartapi'atil ashwaatu filmasjidi wakaana za'iimul qaumi ardza lahum wa akromar rojulu mukhoofaatu syarrihi wasyuribatil khomru walubsul hariiri wattakhodzatil qoinaatu wal ma'aazifu wala'ana aakhiru hadzihil ummati awwa lahaa falyar taqibuu 'ingda dzalika riihan khomroo u au khosfan au mashan (rowahu turmudzi )

Apabila terjadi harta ghonimah dimiliki kerajaan, harta pusaka menjadi perebutan, berzakat dianggap rugi, tunduk orang laki-laki pada isterinya, durhaka anak akan ibunya, mensia-siakan bapaknya, orang berteriak-teriak didalam mesjid, karena kurang pengetahuannya, orang laki-laki dihormati karena takut kejahatannya, di minumnya arak, orang laki-laki memakai sutra, diangkatnya perempuan jadi ahli biduan dan pemimpin kesenian, mencaci umat sekarang kepada umat yang dulu kala, mencela 'ulama yang dahulu. Maka tunggulah olehmu sehingga datang angin merah, atau tenggelam dunia ini atau manusia "berbuat seperti hewan"
Demikian antara lain tanda-tanda kiamat, yang mana apa-apa yang disebutkan dalam hadits, kini nampak sudah dimata kita.

TANDA-TANDA KIAMAT


Pembaca Yang Budiman.
Dengan membaca risalah ini, Ingsya Alloh memadailah untuk menambah pengetahuan dan keyakinan, dan yang menjadi puula akan bertambahnya iman. Karena beriman dengan hari kiamat, adalah salah satu rukun dari pada rukun iman yang enam.
Cobalah perhatikan Firman Alloh di dalam surat Al-Baqarah :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

الم
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ


-Alif laam miin.07
-Kitab08 (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,09
(yaitu) mereka yang beriman10 kepada yang ghaib,11 yang mendirikan shalat,12 dan -menafkahkan sebahagian rezki13 yang Kami anugerahkan kepada mereka.
-dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan -Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,14 serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.15
-Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.16

(07) : Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al-Quran seperti: alif laam miim, alif laam raa, alif laam miim shaad dan sebagainya. Diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al-Quran itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al-Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al-Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.

(08) : Tuhan menamakan Al-Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti "yang ditulis", sebagai isyarat bahwa Al-Quran diperintahkan untuk ditulis.

(09) : Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut saja.

(10) : Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.

(11) : Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib yaitu, meng-i'tikadkan adanya sesuatu "yang maujud" yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.

(12) : Shalat menurut bahasa Arab: doa. Menurut istilah syara' ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu', memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.

(13) : Rezki: segala yang dapat diambil manfaatnya. Menafkahkan sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari harta yang telah direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari'atkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.

(14) : Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad s.a.w. ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Quran yang diturunkan kepada para Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.s., lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul.

(15) : Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.

(16) : Ialah orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah mengusahakannya.

Demikian keterangan ayat Albaqarah dari ayat 1 sampai ayat 5, dan perhatikan pula surat Al-Hajj ayat 1 sampai ayat 2 :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

"Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)."

"(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya."

Demikian hebatnya bencana alam ketika kiamat, yang nati akan dialami oleh umat manusia dan dialami oleh dunia sendiri. Namun masih banyak tanda-tanda yang lain lagi.
Dalam surat Al-Isro' ayat 58 Tuhan terangkan :

وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا

"Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)."

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda :

لاتقُومُ السَّاعَةُ حتى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزلازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزمَانُ وَتَظهَرُالفِتَنُ وَيَكْثُرَ الهَرْج وَهُوَالقتْلُ حتى يَكْثُرَفِيكمُ المَالُ فَيَفِيض

"Tidak akan pernah terjadi hari kiamat, sehingga tertahan ilmu pengetahuan, banyak terjadi gempa bumi, waktu berjalan terasa sangat cepat,nyata segala macam fitnah, banyak terjadi kekacauan yaitu pembunuhan (peperangan) sehingga harta benda pada kamu melimpah ruah.

Dari sabda Nabi ini, kita dapat mengetahui beberapa ciri-ciri yang khas daripada tanda-tanda kiamat itu. Yang dimaksud dengan tertahannya ilmu, adalah ilmu pengetahuan agam, lantaran kebanyakan orang kurang memperhatikan ilmu agama. Seperti umum semua mengetahui bahwa Al-Qur'an itu bahasa arab. Maka itu orang tidak mungkin dapat mengerti ma'nanya Al-Qur'an jika orang itu tidak mengerti bahasa arab dan orang itu tidak akan mengerti bahasa Al-Qur'an jika tidak belajar bahasa arab.
Dan kenyataannya dimana-mana orang tidak menaruh minat untuk mempelajari bahasa arab. Meskipun ada, hanya terbatas pada pesantren-pesantren saja yang memberi pelajaran bahasa tersebut.
Satu lagi ciri-ciri kiamat, ialah sering terjadi bencana gempa bumi dimana-mana. Seperti pernah terjadi gunung meletus dibali, gempa bumi yang terjadi di pulau tersebut pada akhir-akhir ini. Ibarat orang yang sudah tua, sering menderita sakit-sakitan, tempo-tempo sering batuk-batuk yang tidak berhentinya. Maka bumi kita ini memang sudah tua umurnya, dia sudah mulai batuk menandakan ajal sudah dekat. Itulah tandanya sering terjadi gunung meletus yang batuk-batuk memuntahkan isi perutnya.
Kemudian selain dari itu, kini lahirlah segala macam Fitnah, tuduh menuduh, silih menjatuhkan, perebutan kekuasaan dan sebagainya.
Banyak terjadi pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, penipuan. Kerusuhan rasial antara golongan dengan golongan lain. Peperangan yang tidak henti-hentinya dimana-mana. Dan harta benda melimpah ruah, orang disana-sini membangun gedung-gedung yang megah dan di jalan hilir mudik orang mengendarai mobil-mobil yang mewah yang mahal harganya. Inilah jaman mutaakhir atau akhir jaman.
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda pula :

Inna min asyroothis saa'ati an yurfa'al 'ilmu wayatsbutul jahlu wayusyrobal khomru wayadh haroj djinaa wataktsuron nisaa u wayaqillar rojulu hatta yakuna likhomsiinam ro atan alqoyyimul waahidu.

"sesungguhnya daripada tanda-tanda kiamat bahwa, diangkat ilmu pengetahuan, tersebar tetap kejahilan (buta agama), diminumnya arak, pelacuran terang-terangan, lebih banyak kaum wanita, sedikit laki-laki, sehingga dapat dibandingkan 50 orang perempuan banding satu laki-laki.

Para pembaca yang budiman.
Sesungguhnya apa yang Nabi terangkan, nyata kita dapat buktikan di zaman sekarang. Kalu kita suka layangkan fikiran kita dan lalu kita cocokkan, apa yang dikatakan Nabi itu, dengan situasi dunia dewasa ini, betul-betul demikian adanya.
Sekali lagi yang dikatakan tertahannya ilmu agama, ialah ilmu agama Islam. Maksudnya bukan ilmu itu tidak tersiar, bahkan makin tersebar luas. Penerangan agama berbagai tempat dan bermacam cara, yaitu melalui tabligh umum pada perayaan hari maulid Nabi s.a.w. pada peringatan Isra' dan mi'raj, di mesjid, di surau, di lapangan, di instansi-instansi pemerintah, di istana negara kita, pendek kata dimana saja umat islam berada dari kota-kota sampai ke desa.
Seruan shalat di kumandangkan melalui siaran televisi dan radio, tetapi perhatian orang seperti acuh tak acuh.
Penduduk Indonesia dari sabang sampai merauke mayoritas menganut agama islam. Namun yang bisa membaca Al-Qur'an diperkiraan hanya 25% saja. apalagi yang bisa menterjemahkan Al-Qur'an, mungkin tidak ada 10% , sedangkan Al-Qur'an itu adalah berisi undang-undang hidup atau peraturan hidup bagi manusia untuk dunia dan akhirat.
Umum cuma mengetahui bahwa Al-Qur'an itu berbahasa arab, akan tetapi sedikit sekali animo orang untuk mempelajari bahasa arab. Maka orang untuk dapat menguasai bahasa arab, ia harus membuang waktu, paling sedikit dua tahun. Dan oleh karena itu, timbul rasa segan akan mempelajari bahasa. Maka inilah salah satu sebab maka mengapa banyak orang islam tidak pandai membaca Al-Qur'an, dan masih banyak faktor-faktor lain. Yang menjadi sebab pula, karena orang tua yang beragama Islam tidak menaruh perhatian untuk menyekolahkan anak-anaknya di madrasah. Agama Islam katanya sudah memadai di berikan pelajarannya pada sekolah umum SD, SMP dsb-nya.
Kalau mereka menyekolahkan anak-anaknya pada sekolah umum, dari awal SD sampai kelanjutannya, tidak sedikit mengeluarkan biaya. Akan tetapi belajar agama cukup asal tahu rukun Iman, Islam, rukun Sembahyang, rukun Wudhu dsb-nya.
Demikian kebanyakan ibu-bapak orang islam mendidik dan mengajar anak-anaknya.
Selain itu, tidak sedikit yang meng-islam-kan anak-anaknya, cuma sunat atau dikhitan saja dan merasa cukup menamakan nama anaknya dengan nama islam, seperti Abdullah, Ahmad dsb-nya. Coba saja bayangkan : Bagaimana iman seorang akan menjadi kekar, teguh dan kuat?, jika dimasa kecil tidak mendapat ajaran Islam yang secukupnya.
Bagaimanakah anak itu akan dapat melaksanakan perintah agama dengan baik, jika pengetahuan agamanya kurang sempurna.
Nah demikianlah yang menjadi sebab utama mengapa ilmu agama jadi terbatas, dan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan inilah pula yang menjadi penyebab utama orang jadi tidak segan-segan melakukan perbuatan yang dilarang dalam agama, dan meninggalkan perintah agama.
Sudah jelas dengan sebab Jahil dalam ilmu agama, inilah penyebab utama orang tidak segan-segan melakukan kejahatan.
Sebagaimana kita sering baca dalam surat-surat kabar, sering kali anak-anak mudah melakukan kejahatan, pemerkosaan, pembunuhan, penjambretan, bukan karena semata-mata benda, maka tidak lain sebagian karena pemuda-pemuda tersebut adalah karena kekosongan iman, dalam dadanya. dan kekosongan iman inilah penyebab utama yang membawa manusia terjerumus ke lembah dosa dan nista.
Sudah dapat kita saksikan dizaman kini, dalam segala macam bentuk perjudian tersebar luas dimana-mana, dalam segala lapisan masyarakat senang berjudi, dari tingkat atas sampai tingkat menengah, sampai ke tingkat paling bawah. Dari mulai penduduk kota sampai penduduk desa, dari pegawai kantor sampai ke penarik becak, sampai ke pedagang kecil sampai ke pak tani.
Dari orang dewasa sampai anak-anak populer judi atau perjudian telah menjadi "Hobby" atau kegemaran rakyat. Jadi jika kami layangkan pada beberapa puluh tahun yang lalu, tidak seperti kini keadaannya. Nah inilah dia apa yang dikatakan Nabi dalam sabdanya, dan inilah ciri-cirinya bahwa dunia sudah mendekati masa kiamat.
Sebagian pula tanda-tanda kiamat itu, ialah lebih banyak jumlah kaum wanita yang menerjunkan dirinya ke dunia pelacuran. Kini terjadi dimana-mana, di eropa maupun asia, juga di tanah air kita sendiri, sehingga pemerintah turut menanggulangi tentang pelacuran ini. Inilah suatu problem yang sukar diatasi dan sukar dihilangkan, dan dapat dikatakan inilah suatu penyakit masyarakat yang sudah kronis yang sukar dihilangkan.
Dan jika kita selidiki sebagian besar bukan semata-mata tekanan bathin atau ekonomi, akan tetapi adalah karena kerapuhan jiwa dan kelemahan Iman. Akan tetapi jika ditanyakan kepada wanita-wanita yang menerjunkan diri dalam kancah perzinahan, bermacam-macam alasan mereka itu. Seribu satu macam alasan mereka dapat kemukakan. Maka dalam soal ini kita tidak dapatkan pada sebelah pihak wanita saja, karena mereka tidak akan menjual, jika tidak ada pembelinya dari pihak golongan orang laki-laki. Dapat kita ambil kesimpulan pihak laki-laki itulah penyebab utamanya, mengapa banyak timbulnya pelacuran. kita yakin tidak semua laki-laki yang mau berbuat kejahatan seperti itu. Jadi yang menjadi pokok adalah dari karena kebejatan moral orang laki-laki itu sendiri yang menginginkan kepuasan hawa nafsu, mencari harta-harta dengan jalan yang mudah. Tidak memikirkan akibatnya akan merusak moral kaum ibunya sendiri dan moral bangsanya sendiri.
Sudah terang sumber atau pokok timbul segala macam gejala kerusakan moral, budi pekerti, kehancuran iman, dari pihak kaum laki-laki yang tida mempunyai rasa tanggung jawab buat masa depan, apalagi untuk akhiratnya.
Dan kaum laki-laki yang suka melakukan perzinahan adalah karena kelebihan harta, atau padanya harta telah melimpah ruah.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad s.a.w. :

حتى يَكْثُرَفِيكمُ المَالُ فَيَفِيض

...sehingga harta benda pada kamu melimpah ruah."

Sesungguhnya bagi orang laki-laki yang telah beriman, jika mereka mendapatkan kekayaan, mereka mengertilah bahwa harta itu adalah barang titipan dari Tuhan. Demikian pula jika mereka mendapat pangkal atau derajat, jabatan dsb.nya.
Firman Alloh S.W.T. dalam surat Al-Imraan ayat 26 :

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (3:26)

Para pembaca yang budiman.
Sebagai seorang mu'min yang ta'at, selagi mendapat harta atau pangkat, ia tidak lupa daratan. Ia bersyukur kepada Tuhan, ia tahu dan bijaksana, ia pergunakan hartanya dengan hati-hati. Tidak akan mau ia membuangkan hartanya pada jalan mubadzir, apalagi dalam maksiat.
Sekali lagi lain halnya, bagi laki-laki yang kurang ilmu agamanya, akan menjadi lemah imannya, kebetulan banyak hartanya, besar pula nafsu birahinya. Lalu ia tidak segan-segan mengobral hartanya untuk menuruti hawa nafsunya. Tentunya yang menjadi penasaran adalah wanita. Maka tidak heran pada masa kini sering terjadi gadis-gadis cantik hilang di culik orang yang tak tentu rimbanya. Maka inilah pula yang menjadi penyebab banyaknya pelacuran, dan beginilah akibatnya orang-orang yang kelebihan harta, beginilah jaman kita sekarang! dan inilah tanda-tandanya zaman sudah akhir atau akhir zaman.
Di zaman kita sekarang ini, sering kita lihat orang cepat menjadi kaya. Beberapa tahun yang lalu orang itu kelihatan hidupnya biasa saja, tapi kemudian kini dia sudah menjadi kaya. Dulu dia hanya pekerja sebagai seorang supir, namun kini dia sudah menjadi milioner. Dulu dia cuma menjadi petani miskin, tapi kini sudah menjadi kaya raya.
Ini menunjukan harta benda sudah melimpah ruah.

RUH ORANG YANG MATI MASIH DIBERI KESEMPATAN MENENGOK KUBUR DAN KELUARGANYA


Adapun ruh-ruh orang-orang yang beriman masih diberi kesempatan mundar mandir menengok kuburnya dan sanak keluarganya, sampai setahun lamanya. Apabila lewat satu tahun dipindahkan ditempat lain, penampungan ruh-ruh orang mu'min. Hal ini berlaku bagi ruh-ruh orang mu'min saja.
Kata Ibnu Abbas : Apabila hari-hari Raya besar Islam, seperti tanggal 10 muharram, hari jum'at, tanggal 1 Rajab, pertengahan bulan Sya'ban dan malam "Lailatul-qadr", ruh-ruh orang mu'min diberi kesempatan turun ke bumi, untuk menengok keluarganya. Apabila ia sampai di rumahnya ia cuma bisa berkata akan tetapi yang masih hidup tidak dapat mendengarnya.
"Hai keluargaku, hidupku kini sangat terasing, meskipun kamu tidak melihat aku, tapi aku melihatmu, dan mendengar perkataanmu. Aku tidak membutuhkan makan dan minum daripadamu, akan tetapi yang aku harapkan hanya do'amu".
Hendaklah kamu ingat pada suatu ketika kamu pasti akan mengalami seperti aku. Pergunakanlah waktu hidupmu untuk beribadat dan beramal shalih, berbuat segala macam kebajikan, itulah yang bermanfaat bagi dirimu.
Oleh karena itu, jika didapati anak isterinya rajin ibadat, dan tidak lupa mendo'akan dia, giranglah dia, serta dia lalu mendo'a kepada Tuhan untuk keluarganya. Lalu kembalilah dia pada tempatnya dengan merasa puas hatinya.
Namun sebaliknya, jika dilihatnya keluarganya tidak beribadat atau berlaku maksiat maka kembalilah dia dengan perasaan kecewa dan duka cita.
Oleh karena itu keluarga yang masih hidup jangan lupa akan keluarga yang telah tiada, dengan ucapan "Istighfar mohon ampunan dosanya kepada Alloh Ta'alaa, terutama bagi anak yang orang tuanya telah tiada ialah rajin-rajin mendo'akan ibu bapaknya tiap-tiap hari, atau tiap-tiap lepas shalat lima waktu, sebagaimana yang Tuhan ajarkan di dalam Al-Qur'an :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

" Ya Tuhan, ampunilah aku dan bagi kedua ibu bapaku, dan kasihanilah mereka berdua, sebagaimana keduanya merawat aku dimasa kecilku."

Ketahuilah Pembaca.
Apabila orang tua kita telah meninggal dunia, maka segala amal perbuatan kita ditunjuki oleh malaikat kepada orang tua kita. Jika amal perbuatan kita yang baik, maka orang tua kita menerima dengan segala senag hati dan mendo'akan kepada kita. Sebaliknya jika perbuatan kejahatan, keduanya akan duka cita dan kecewa. Maka beruntunglah ibu bapak yang mempunyai anak yang shalih yang selalu mendo'akan dia. Sebab si anak bisa besar dan dewasa sampai dia mengerti ibadat dan taat kepada Tuhan berkat didikan orang tuanya.
Kata Nabi Muhammad s.a.w. : "Amal manusia yang tidak putusnya mendapat pahala di sisi Alloh ada tiga perkara" :
  1. AMAL-JARIYAH. Amal jariyah, artinya pekerjaan yang baik umpamanya dia menyumbangkan tenaga atau hartanya atau fikiran kepada masyarakat guna perbaikan atau pembiayaan mesjid, mushola, madrasah, rumah sakit dan sebagainya. Maka selagi mesjid masih digunakan beribadat, dan mushola atau madrasah dipakai orang, maka selama itu pula orang tadi mendapat pahala di sisi Tuhan. Tapi kebanyakan orang berpaham amal jariyah itu hanya untuk agama saja, padahal untuk umum pun termasuk amal jariah juga. Misalnya : Sebuah jalan atau jembatan yang umum dipergunakan mendapat kerusakan, kemudian secara bergotong royong masyarakat setempat beramai-ramai memperbaiki, itu pun termasuk amal jariyah juga. Orang awam berpendapat yang dikatakan amal shalih, adalah cuma shalat dan puasa saja, padahal tidak demikian. Yang dimaksud dengan kata "Amal Shalih" adalah perbuatan yang baik, baik dalam pandangan mata umum dan juga pada pandangan agama. Maka tandanya orang beriman, ialah yang suka melakukan amal kebajikan.
  2. ANAK YANG SHALIH yakni anak yang baik. Sudah jelas jika orang ingin mempunyai anak yang shalih, tidak gampang begitu saja. Maka yang pertama wajib atas orang tua mengajar anaknya dengan pendidikan agama. Selain menyuruh anaknya sekolah umum, juga sekolah agama dan selain dari itu juga orang tua harus memberi cintoh kepada anaknya bagaimana caranya melaksanakan perintah agama. Ingsya Alloh anak itu dapat menyontoh orang tuanya.
  3. ILMU YANG DIAJARKAN KEPADA ORANG LAIN, Adapun yang dimaksud dengan ilmu, adalah bukan ilmu agama saja, dan bukan ilmu untuk belajar shalat dan puasa saja. Ilmu itu adalah umum, ilmu artinya "Pengetahuan" sebagaimana kata Nabi s.a.w. : "Sempurnanya agama dengan ilmu, sempurnaya dunia juga dengan ilmu". Jadi tegasnya ilmu apa saja yang telah diajarkan kepada orang lain sedang orang lain mendapat manfaatnya dari ilmu itu, maka orang pertama yang mengajarkannya jika dia seorang muslim dia mendapat pahala yang tidak ada habisnya dari sisi Alloh Subhanahu Wata'ala. Misalnya orang pandai membetulkan radio kemudian kepandaiannya di ajarkan pada orang lain, lalu orang itu dapat manfaatnya yang digunakan untuk mencari nafkah, maka orang yang mengajarkannya mendapat pahala "Jariyah" dari sisi Alloh Subhanahu Wata'ala.
Para pembaca yang budiman.
Demikianlah maksud tujuan amal jariyah, ya'ni amal yang mengalir pahalanya bagi orang yang telah menyumbang amalnya atau ilmu guna kebaikan dunia dan agama.
Seperti Firman Alloh didalam surat Al-Kahfi ayat 107-108 :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا * خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, * mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya."

Alloh telah berpesan dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Qasas ayat 77 :

وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

"janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

RIWAYAT ROH MENENGOK JASAD DAN KELUARGA DICERITAKAN DALAM RIWAYAT


Setelah tiga hari jasad kasar membujur di dalam kubur, ruh minta ijin kepada Tuhan untuk menengok jasadnya di dalam kubur. Setelah mendapat ijin, ruh itu turun ke bumi datang ke kuburannya. Ia berdiri dipinggir kuburnya, meskipun badannya tertutup tanah, tapi ia dapat melihat. Maka tampaklah jasadnya telah gembung dan berbau dari telinga, hidung dan mulut mengalir air yang busuk.
Sedih melihat tubuhnya sudah demikian, lalu meratap dan menangis katanya : Hai tubuhku yang miskin, ingatkah kamu pada masa yang lalu? Betapa megahnya kamu di alam dunia?
Inilah dia tempat yang sempit, inilah tempat yang berbahaya, inilah tempat menanggung duka.
Kemudian ia kembalilah ke tempatnya. Lima hari kemudian dia memohon lagi ke hadhirat Alloh untuk menengok jasadnya. Setelah mendapat ijin, pergilah ia turun ke bumi untuk menengok kuburnya. Dilihat kini jasadnya makin membusuk dan sudah berulat, ia berdiri di pinggir kuburnya sambil meratap sepuas hati, lalu kembali.
Kemudian sesudah tujuh hari, kembali meminta ijin kepada Tuhan akan melihat jasadnya lagi. Lalu ia turun ke bumi berdiri di pinggir kuburnya, dilihatnya tubuh sudah mulai hancur dagingnya yang telah membusuk dan dimakan ulat. Ketika melihat jasadnya demikian, seperti orang yang melihat rumahnya yang ditinggalkan. Betapa sedihnya, kalau dulu rumahnya indah dan cantik menarik tapi kini setelah ia tinggalkan telah menjadi hancur berantakan dimakan ulat. Katanya :
"Ya jasadku yang hina, beginilah jadinya keadaanmu, selama aku berpisah darimu, manakah anak istrimu yang kamu sayangi? Dimanakah hartamu yang sangat dicintai? Manakah sahabatmu yang kamu kagumi? Setelah itu ia kembali ketempatnya."

PERTANYAAN MUNKAR DAN NAKIR


Seorang yang baru masuk di alam kubur atau alam Barzakh dikala itulah dia terkenang akan perbuatannya. Teringatlah dia akan dosanya, menyesallah dia akan perbuatan dirinya, mengapa dia selalu menuruti hawa nafsunya. Mengapa dia berlengah-lengah saja? mengapa dia tidak mau segera bertobat? padahal suara hatinya yang kudus dalam dirinya selalu memberi peringatan. Contoh sudah terlalu banyak, ibu dan bapak telah meninggal dunia, tua muda, kecil dan besar tidak terkecuali. kadang-kadang dirinya sendiri turut mengantar ke kuburan. Tapi hal itu dianggap "biasa" saja, tidak diambil perhatian.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ * حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ * كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ * ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ * كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ * لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ * ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ * ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
-Bermegah-megahan telah melalaikan kamu05
-Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
-Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
-Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
-Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
-Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
-Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin06
-Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

(05) : Maksudnya: bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan.
(06) : 'Ainul yaqin artinya melihat dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat.

Kini dia sedang mengalami dengan saksi mata yang yakin, kini benar-benar kenyataan dirinya sendiri mengalami.
"Amboi, alangkah dongonya aku! Alangkah bebalnya diriku! Hidupku di dunia hanya menuruti kehendak nafsuku! oh syetan! betul-betul terkutuklah engkau! engkau telah memperdayakan aku. Sedang dia terpaku dalam kebingungan, ketakutan dan kekuatiran! timbullah penyesalan yang tidak habis-habisnya. Tiba-tiba dilihatnya dua makhluk raksasa datang menghampirinya. Seram, hebat rupanya dan menakutkan sehingga gemetar sendi dan tulangnya, dan terbang semangatnya.
"Hai insan yang durhaka!"
"Sekarang giliranmu untuk menjawab pertanyaan kami, bersiaplah engkau menjawabnya."
"Siapakah Tuhanmu?"
"Siapakah Nabimu?"
"Apa agamamu?"
"Apa kitabmu?"
"Kemana kiblatmu?"
"Dan siapakah saudaramu?"
Mendengar pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir demikian, ia menjadi gugup. Bibirnya gemetar, terasa berat bibirnya akan menjawab "Alloh Tuhanku"karena selama hidup di dunia dia anti "Alloh", karena bibirnya tidak tidak mengucapkan "Kalimat Alloh", karena dia meninggalkan sembahyang lima waktu.
Hendak mengaku Muhammad Nabiku, lidah terasa berat mengucapkannya karena selagi hidupnya tidak pernah mengucapkan kalimat Shahadat.
Untuk menjawab ka'bah kiblatku, pun demikian pula, meskipun hatinya tahu, namun mulutnya berat untuk menjawabnya, karena dia tidak pernah menghadap kiblat, lantaran dia tidak pernah sholat.
Dan beberapa pertanyaan-pertanyaan lagi dia tidak dapat lagi menjawabnya! pendek kata semua pertanyaan-pertanyaan itu tidak dapat dijawabnya.
Munkar dan Nakir menjadi murka seketika itu mengangkat cambuknya. Tar! Tar! Tar!
"Terimalah ini hadiah kami!"
Seketika itu melecutlah cambuk malaikat ke tubuhnya bertubi-tubi seribu kali cambukan.
Dia melolong, menjerit kesakitan, akan tetapi dua malaikat tidak merasa belas kasihan, dihantamnya terus cambuk itu melecut berkali-kali sampai ia pingsan tidak sadar dirinya lagi!
Seketika ia sadar, malaikat itu sudah pergi. Aduh sakitnya! Sekujur badannya berasa nyeri, bekas pecut nampak berjurai-jurai pada badannya. Begitulah nasibnya orang yang meninggalkan sembahyang, dan begitulah nasib orang yang berdosa!
Kemudian tidak berapa lama, muncullah sesosok tubuh manusia, yang keji rupanya dan menjijikan. Sekujur tubuhnya penuh koreng dan borok! Dari borok-boroknya itu mengalir nanah dan darah yang sangat busuk baunya, pakaiannya rombeng, compang-camping dan sangat berbau pula.
"Hai siapa kamu?" kata "simati" Mengapa kamu kemari? Hai orang yang busuk! "Apa hubunganmu dengan daku, maka kamu datang kemari?" "Pergilah kamu hai manusia busuk! Aku sangat jijik melihatmu!"
Kata orang busuk itu : "Hai insan durhaka!" Tidak usah kau mengusir aku, meskipun bagaimana, tidak aku akan pergi meninggalkan engkau! Tahukah kamu, akulah amalmu! Maka karena perbuatanmulah aku jadi begini. Tidak satupun dari amalmu yang shalih. Hidupmu cuma menuruti hawa nafsu, penuh dengan dosa dan nista, durhaka kepada Alloh Ta'alaa.
mengapa kamu jijik melihat keadaanku begini? sedang ketika hidupmu tidak segan-segan berbuat amal yang keji?
Mengapa aku harus pergi dari sisimu? Karena aku inilah amal perbuatanmu?
Sebagaimana kamu suka beramal yang keji, maka karena itu aku suka padamu, dan tidak aku berpisah padamu selama-lamanya!
Setelah mengucapkan kata-kata demikian, lalu melompatlah ia menubruk orang itu serta merangkulnya sekuat-kuatnya!
Meskipun ia berontak sekuat-kuatnya untuk melepaskan diri dari padanya, tapi sia-sia belaka. Semakin berontak semakin kuat pelukannya.......
Cobalah bayangkan, demikian antara lain siksaan kubur dan bermacam-macam pula lagi yang akan diterimanya, karena bermacam pula dosanya.
Dosa meninggalkan sholat, dosa meninggalkan puasa, dosa tidak mengeluarkan Zakat, dosa,dosa,dosa dan sebagainya.
Wallohu a'lam.

PEMBALASAN KUBUR


Kembali kita bicarakan siksa kubur atau nikmat kubur, tidak seorang pun dapat mengetahui keadaan di kubur, Kecuali Alloh yang mengetahuinya. Karena siksa atau nikmat kubur sudah di atur oleh Alloh. Sebagaimana halnya orang yang mendapat impian bukanlah kehendak orang tidur itu sendiri.
Diterangkan dalam hadits jikalau orang yang di kubur orang yang shalih, maka ia akan menerima balasan yang baik. Itulah yang dinamakan Nikmat kubur.
Setelah dia dapat menjawab pertanyaan Munkar dan Nakir, dia tidak mendapat siksaan, karena jawaban benar, lalu malaikat itu pergi.
Setelah malaikat itu pergi, kedengaran pula orang datang mengucap salam, dilihatnya orang itu serupa benar dengan rupa dirinya, tapi dia lebih bagus dan memakai pakaian bagus. Orang itu lalu bertanya : "Siapa engkau?" Jawabnya : "Aku ini amalmu, dan aku datang kemari untuk menemanimu". Orang itu merasa girang sekali kedatangan amalnya menjadi teman, ia merasa beruntung disitu baru diketahui bahwa dia telah beramal shalih dan mendapat kurnia dari Tuhan, Kemudian orang itu disuruh tidur seperti tidurnya penganti baru.
Kuburnya terasa lapang dan lega, dia berada disuatu alam, yang sangat asing baginya, dia merasa tidak mati dan dia tetap hidup disitu, menanti sampai bangkit kubur.
Akan tetapi bagi mereka orang-orang durhaka, setelah orang-orang yang mengantarnya kembali beberapa langkah, si mati merasa hidup kembali, Ia merasa disuatu alam yang sangat asing, sunyi, sepi, seperti terasa dalam mimpi, tapi bukan mimpi, kini telah menjadi kenyataan baginya. Sadarlah ia sekarang, bahwa ia telah berada di alam seorang diri. Kini dia sudah terpisah dari dunia, terpisah dari sanak keluarganya, berpisah dari semua yang dimilikinya.
Kini betul-betul baru percaya, apa yang dikatakan orang kepadanya. inilah yang dinamakan mati, meski dia merasa hidup, tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. meskipun ia berteriak sekuat tenaga, tetapi tidak akan dapat didengar orang. Ia dapat mendengar suara orang yang masih hidup tapi yang masih hidup tidak dapat mendengar suaranya, dia dapat melihat orang yang masih hidup, tapi yang hidup tidak dapat melihatnya. Dia seperti terkurung didalam sangkar kaca, dia dapat melihat barang disekelilingnya, tapi dia tidak dapat bergerak ke mana-mana.
Sekarang ia sadar bahwa dia telah berada di alam yang ia sendiri belum kenal yaitu alam "Barzakh". Entah berapa lama ia berada disitu ia sendiri tidak tahu.