Pembaca Yang Budiman.
Dengan membaca risalah ini, Ingsya Alloh
memadailah untuk menambah pengetahuan dan keyakinan, dan yang menjadi
puula akan bertambahnya iman. Karena beriman dengan hari kiamat, adalah
salah satu rukun dari pada rukun iman yang enam.
Cobalah perhatikan Firman Alloh di dalam surat Al-Baqarah :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الم
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
-Alif laam miin.
07-Kitab
08 (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,
09(yaitu) mereka yang beriman
10 kepada yang ghaib,
11 yang mendirikan shalat,
12 dan -menafkahkan sebahagian rezki
13 yang Kami anugerahkan kepada mereka.
-dan
mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan
kepadamu dan -Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,
14 serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
15-Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
16(07) : Ialah
huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari
surat-surat Al-Quran seperti: alif laam miim, alif laam raa, alif laam
miim shaad dan sebagainya. Diantara ahli-ahli tafsir ada yang
menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk
ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya. Golongan
yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan ada
pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik
perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al-Quran itu, dan untuk
mengisyaratkan bahwa Al-Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa
Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya
bahwa Al-Quran diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w.
semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.
(08) :
Tuhan menamakan Al-Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti "yang
ditulis", sebagai isyarat bahwa Al-Quran diperintahkan untuk ditulis.
(09)
: Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti
segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya;
tidak cukup diartikan dengan takut saja.
(10) : Iman ialah
kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan
jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki
oleh iman itu.
(11) : Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap
oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib yaitu, meng-i'tikadkan
adanya sesuatu "yang maujud" yang tidak dapat ditangkap oleh
pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti:
adanya Allah, Malaikat-Malaikat, Hari akhirat dan sebagainya.
(12)
: Shalat menurut bahasa Arab: doa. Menurut istilah syara' ialah ibadat
yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan
salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri
kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur,
dengan melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang
lahir ataupun yang batin, seperti khusu', memperhatikan apa yang dibaca
dan sebagainya.
(13) : Rezki: segala yang dapat diambil
manfaatnya. Menafkahkan sebagian rezki, ialah memberikan sebagian dari
harta yang telah direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang
disyari'atkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang fakir,
orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.
(14) : Kitab-kitab
yang telah diturunkan sebelum Muhammad s.a.w. ialah kitab-kitab yang
diturunkan sebelum Al-Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan
Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Quran yang diturunkan kepada para
Rasul. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu
kepada Jibril a.s., lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul.
(15)
: Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan
sedikitpun. Akhirat lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan
sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah
benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.
(16) : Ialah orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah mengusahakannya.
Demikian keterangan ayat Albaqarah dari ayat 1 sampai ayat 5, dan perhatikan pula surat Al-Hajj ayat 1 sampai ayat 2 :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ
يَوْمَ
تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ
ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ
وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ
"Hai
manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari
kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat)."
"(Ingatlah)
pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita
yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan
segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk,
padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat
kerasnya."
Demikian hebatnya bencana alam ketika kiamat, yang
nati akan dialami oleh umat manusia dan dialami oleh dunia sendiri.
Namun masih banyak tanda-tanda yang lain lagi.
Dalam surat Al-Isro' ayat 58 Tuhan terangkan :
وَإِنْ
مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ
مَسْطُورًا
"Tak ada suatu negeripun (yang
durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat
atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang
demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)."
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda :
لاتقُومُ
السَّاعَةُ حتى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزلازِلُ وَيَتَقَارَبَ
الزمَانُ وَتَظهَرُالفِتَنُ وَيَكْثُرَ الهَرْج وَهُوَالقتْلُ حتى
يَكْثُرَفِيكمُ المَالُ فَيَفِيض
"Tidak akan
pernah terjadi hari kiamat, sehingga tertahan ilmu pengetahuan, banyak
terjadi gempa bumi, waktu berjalan terasa sangat cepat,nyata segala
macam fitnah, banyak terjadi kekacauan yaitu pembunuhan (peperangan)
sehingga harta benda pada kamu melimpah ruah.
Dari sabda Nabi
ini, kita dapat mengetahui beberapa ciri-ciri yang khas daripada
tanda-tanda kiamat itu. Yang dimaksud dengan tertahannya ilmu, adalah
ilmu pengetahuan agam, lantaran kebanyakan orang kurang memperhatikan
ilmu agama. Seperti umum semua mengetahui bahwa Al-Qur'an itu bahasa
arab. Maka itu orang tidak mungkin dapat mengerti ma'nanya Al-Qur'an
jika orang itu tidak mengerti bahasa arab dan orang itu tidak akan
mengerti bahasa Al-Qur'an jika tidak belajar bahasa arab.
Dan
kenyataannya dimana-mana orang tidak menaruh minat untuk mempelajari
bahasa arab. Meskipun ada, hanya terbatas pada pesantren-pesantren saja
yang memberi pelajaran bahasa tersebut.
Satu lagi ciri-ciri kiamat,
ialah sering terjadi bencana gempa bumi dimana-mana. Seperti pernah
terjadi gunung meletus dibali, gempa bumi yang terjadi di pulau tersebut
pada akhir-akhir ini. Ibarat orang yang sudah tua, sering menderita
sakit-sakitan, tempo-tempo sering batuk-batuk yang tidak berhentinya.
Maka bumi kita ini memang sudah tua umurnya, dia sudah mulai batuk
menandakan ajal sudah dekat. Itulah tandanya sering terjadi gunung
meletus yang batuk-batuk memuntahkan isi perutnya.
Kemudian selain
dari itu, kini lahirlah segala macam Fitnah, tuduh menuduh, silih
menjatuhkan, perebutan kekuasaan dan sebagainya.
Banyak terjadi
pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, penipuan. Kerusuhan rasial antara
golongan dengan golongan lain. Peperangan yang tidak henti-hentinya
dimana-mana. Dan harta benda melimpah ruah, orang disana-sini membangun
gedung-gedung yang megah dan di jalan hilir mudik orang mengendarai
mobil-mobil yang mewah yang mahal harganya. Inilah
jaman mutaakhir atau akhir jaman.
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda pula :
Inna
min asyroothis saa'ati an yurfa'al 'ilmu wayatsbutul jahlu wayusyrobal
khomru wayadh haroj djinaa wataktsuron nisaa u wayaqillar rojulu hatta
yakuna likhomsiinam ro atan alqoyyimul waahidu.
"sesungguhnya
daripada tanda-tanda kiamat bahwa, diangkat ilmu pengetahuan, tersebar
tetap kejahilan (buta agama), diminumnya arak, pelacuran
terang-terangan, lebih banyak kaum wanita, sedikit laki-laki, sehingga
dapat dibandingkan 50 orang perempuan banding satu laki-laki.
Para pembaca yang budiman.
Sesungguhnya
apa yang Nabi terangkan, nyata kita dapat buktikan di zaman sekarang.
Kalu kita suka layangkan fikiran kita dan lalu kita cocokkan, apa yang
dikatakan Nabi itu, dengan situasi dunia dewasa ini, betul-betul
demikian adanya.
Sekali lagi yang dikatakan tertahannya ilmu agama,
ialah ilmu agama Islam. Maksudnya bukan ilmu itu tidak tersiar, bahkan
makin tersebar luas. Penerangan agama berbagai tempat dan bermacam cara,
yaitu melalui tabligh umum pada perayaan hari maulid Nabi s.a.w. pada
peringatan Isra' dan mi'raj, di mesjid, di surau, di lapangan, di
instansi-instansi pemerintah, di istana negara kita, pendek kata dimana
saja umat islam berada dari kota-kota sampai ke desa.
Seruan shalat di kumandangkan melalui siaran televisi dan radio, tetapi perhatian orang seperti acuh tak acuh.
Penduduk
Indonesia dari sabang sampai merauke mayoritas menganut agama islam.
Namun yang bisa membaca Al-Qur'an diperkiraan hanya 25% saja. apalagi
yang bisa menterjemahkan Al-Qur'an, mungkin tidak ada 10% , sedangkan
Al-Qur'an itu adalah berisi undang-undang hidup atau peraturan hidup
bagi manusia untuk dunia dan akhirat.
Umum cuma mengetahui bahwa
Al-Qur'an itu berbahasa arab, akan tetapi sedikit sekali animo orang
untuk mempelajari bahasa arab. Maka orang untuk dapat menguasai bahasa
arab, ia harus membuang waktu, paling sedikit dua tahun. Dan oleh karena
itu, timbul rasa segan akan mempelajari bahasa. Maka inilah salah satu
sebab maka mengapa banyak orang islam tidak pandai membaca Al-Qur'an,
dan masih banyak faktor-faktor lain. Yang menjadi sebab pula, karena
orang tua yang beragama Islam tidak menaruh perhatian untuk
menyekolahkan anak-anaknya di madrasah. Agama Islam katanya sudah
memadai di berikan pelajarannya pada sekolah umum SD, SMP dsb-nya.
Kalau
mereka menyekolahkan anak-anaknya pada sekolah umum, dari awal SD
sampai kelanjutannya, tidak sedikit mengeluarkan biaya. Akan tetapi
belajar agama cukup asal tahu rukun Iman, Islam, rukun Sembahyang, rukun
Wudhu dsb-nya.
Demikian kebanyakan ibu-bapak orang islam mendidik dan mengajar anak-anaknya.
Selain
itu, tidak sedikit yang meng-islam-kan anak-anaknya, cuma sunat atau
dikhitan saja dan merasa cukup menamakan nama anaknya dengan nama islam,
seperti Abdullah, Ahmad dsb-nya. Coba saja bayangkan : Bagaimana iman
seorang akan menjadi kekar, teguh dan kuat?, jika dimasa kecil tidak
mendapat ajaran Islam yang secukupnya.
Bagaimanakah anak itu akan dapat melaksanakan perintah agama dengan baik, jika pengetahuan agamanya kurang sempurna.
Nah
demikianlah yang menjadi sebab utama mengapa ilmu agama jadi terbatas,
dan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan inilah pula yang
menjadi penyebab utama orang jadi tidak segan-segan melakukan perbuatan
yang dilarang dalam agama, dan meninggalkan perintah agama.
Sudah jelas dengan sebab Jahil dalam ilmu agama, inilah penyebab utama orang tidak segan-segan melakukan kejahatan.
Sebagaimana
kita sering baca dalam surat-surat kabar, sering kali anak-anak mudah
melakukan kejahatan, pemerkosaan, pembunuhan, penjambretan, bukan karena
semata-mata benda, maka tidak lain sebagian karena pemuda-pemuda
tersebut adalah karena kekosongan iman, dalam dadanya. dan kekosongan
iman inilah penyebab utama yang membawa manusia terjerumus ke lembah
dosa dan nista.
Sudah dapat kita saksikan dizaman kini, dalam segala
macam bentuk perjudian tersebar luas dimana-mana, dalam segala lapisan
masyarakat senang berjudi, dari tingkat atas sampai tingkat menengah,
sampai ke tingkat paling bawah. Dari mulai penduduk kota sampai penduduk
desa, dari pegawai kantor sampai ke penarik becak, sampai ke pedagang
kecil sampai ke pak tani.
Dari orang dewasa sampai anak-anak populer
judi atau perjudian telah menjadi "Hobby" atau kegemaran rakyat. Jadi
jika kami layangkan pada beberapa puluh tahun yang lalu, tidak seperti
kini keadaannya. Nah inilah dia apa yang dikatakan Nabi dalam sabdanya,
dan inilah ciri-cirinya bahwa dunia sudah mendekati masa kiamat.
Sebagian
pula tanda-tanda kiamat itu, ialah lebih banyak jumlah kaum wanita yang
menerjunkan dirinya ke dunia pelacuran. Kini terjadi dimana-mana, di
eropa maupun asia, juga di tanah air kita sendiri, sehingga pemerintah
turut menanggulangi tentang pelacuran ini. Inilah suatu problem yang
sukar diatasi dan sukar dihilangkan, dan dapat dikatakan inilah suatu
penyakit masyarakat yang sudah kronis yang sukar dihilangkan.
Dan
jika kita selidiki sebagian besar bukan semata-mata tekanan bathin atau
ekonomi, akan tetapi adalah karena kerapuhan jiwa dan kelemahan Iman.
Akan tetapi jika ditanyakan kepada wanita-wanita yang menerjunkan diri
dalam kancah perzinahan, bermacam-macam alasan mereka itu. Seribu satu
macam alasan mereka dapat kemukakan. Maka dalam soal ini kita tidak
dapatkan pada sebelah pihak wanita saja, karena mereka tidak akan
menjual, jika tidak ada pembelinya dari pihak golongan orang laki-laki.
Dapat kita ambil kesimpulan pihak laki-laki itulah penyebab utamanya,
mengapa banyak timbulnya pelacuran. kita yakin tidak semua laki-laki
yang mau berbuat kejahatan seperti itu. Jadi yang menjadi pokok adalah
dari karena kebejatan moral orang laki-laki itu sendiri yang
menginginkan kepuasan hawa nafsu, mencari harta-harta dengan jalan yang
mudah. Tidak memikirkan akibatnya akan merusak moral kaum ibunya sendiri
dan moral bangsanya sendiri.
Sudah terang sumber atau pokok timbul
segala macam gejala kerusakan moral, budi pekerti, kehancuran iman, dari
pihak kaum laki-laki yang tida mempunyai rasa tanggung jawab buat masa
depan, apalagi untuk akhiratnya.
Dan kaum laki-laki yang suka melakukan perzinahan adalah karena kelebihan harta, atau padanya harta telah melimpah ruah.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad s.a.w. :
حتى يَكْثُرَفِيكمُ المَالُ فَيَفِيض
...sehingga harta benda pada kamu melimpah ruah."
Sesungguhnya
bagi orang laki-laki yang telah beriman, jika mereka mendapatkan
kekayaan, mereka mengertilah bahwa harta itu adalah barang titipan dari
Tuhan. Demikian pula jika mereka mendapat pangkal atau derajat, jabatan
dsb.nya.
Firman Alloh S.W.T. dalam surat Al-Imraan ayat 26 :
قُلِ
اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ
الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ
بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Katakanlah:
"Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada
orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang
Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau
hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala
kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(3:26)Para pembaca yang budiman
.Sebagai
seorang mu'min yang ta'at, selagi mendapat harta atau pangkat, ia tidak
lupa daratan. Ia bersyukur kepada Tuhan, ia tahu dan bijaksana, ia
pergunakan hartanya dengan hati-hati. Tidak akan mau ia membuangkan
hartanya pada jalan mubadzir, apalagi dalam maksiat.
Sekali
lagi lain halnya, bagi laki-laki yang kurang ilmu agamanya, akan
menjadi lemah imannya, kebetulan banyak hartanya, besar pula nafsu
birahinya. Lalu ia tidak segan-segan mengobral hartanya untuk menuruti
hawa nafsunya. Tentunya yang menjadi penasaran adalah wanita. Maka tidak
heran pada masa kini sering terjadi gadis-gadis cantik hilang di culik
orang yang tak tentu rimbanya. Maka inilah pula yang menjadi penyebab
banyaknya pelacuran, dan beginilah akibatnya orang-orang yang kelebihan
harta, beginilah jaman kita sekarang! dan inilah tanda-tandanya zaman
sudah akhir atau akhir zaman.
Di zaman kita sekarang ini, sering kita
lihat orang cepat menjadi kaya. Beberapa tahun yang lalu orang itu
kelihatan hidupnya biasa saja, tapi kemudian kini dia sudah menjadi
kaya. Dulu dia hanya pekerja sebagai seorang supir, namun kini dia sudah
menjadi milioner. Dulu dia cuma menjadi petani miskin, tapi kini sudah
menjadi kaya raya.
Ini menunjukan harta benda sudah melimpah ruah.