Subscribe:

Pages

Senin, 28 November 2011

DUNIA SUDAH BERGANTI RUPA


إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ * وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ * وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ
"Apabila langit terbelah, * dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh, * dan apabila bumi diratakan," ( Q.S Al-Insyqaaq ayat 1-2-3 )

Demikian wajah dunia jadi berganti rupa, seluruh muka bumi betul-betul rata semuanya. Sejauh-jauh mata memandang permukaan bumi sudah menjadi lapang. Inilah kekuasaan Tuhan, bumi bersinar putih laksana perak keabu-abuan.

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
"Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa." ( Q.S Ibrahim ayat 48 )

Jelasnya bahwa keadaan bumi bukan seperti bumi yang dulu, dan langit tidak seperti langit yang dulu, semua ciptaan baru.
Perhatikan sabda Nabi Muhammad S.A.W :

يُحْشَرُالنَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِعَلَىٰ أَرْضِ بَيضَاءَعَفْرَاءَكَفُرْصَةٍالْنَّقِى لَيسَ فِيهَاعَلَمٌ لِأَحَدٍ * رَوَاهُ البُخَرِى
"Nanti akan dibangkitkan manusia dihari kiamat diatas muka bumi yang putih warnanya keabu-abuan, seperti sebuah bola yang putih tiada disana suatu gunung"

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَافَانٍ * وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
"Tiap apa yang ada di muka bumi binasa. Yang kekal hanya dzat Tuhanmu yang Maha Besar dan Maha Mulia"

Dikala itu sudah habis mati tiap-tiap makhluk yang berjiwa, hanya beberapa makhluk lagi, Yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Izrail dan Iblis. Kemudian Tuhan menyuruh malaikat Izrail untuk mengambil nyawa iblis. Dan pada waktu itu Tuhan berikan kekuatan yang luar biasa kepada Izrail untuk menghadapi Iblis, supaya dikenakan kepadanya rasa sakitnya Sakaratul-Maut yang pernah dirasakan sebanyak Jin dan manusia, disuruhnya pula Malik malaikat neraka untuk membawa rantai dari neraka untuk mengikat Iblis itu. Kemudian Izrail dan Malik membawa rantai besi itu pergi mencari Iblis, maka setelah bertemu, lalu dipukul Iblis itu sekuat-kuatnya sehingga Iblis itu menjerit kesakitan, seketika itu ia jatuh pingsan. Andaikata kalau sekiranya masih ada Jin dan Manusia yang masih hidup dikala itu, akan matilah seketika itu mendengar jeritan Iblis. iblis tidak sadar beberapa saat lamanya.
Setelah ia sadar kembali Izrail berkata : " Hai Mal'un, pada hari ini kamu, tidak dapat melepaskan diri dari tanganku, Akulah yang diperintah untuk mengambil nyawamu. Pada saat-saat inilah sudah tiba saat kematianmu, Aku akan kenakan kepadamu sejumlah sekarat daripada manusia dan Jin, yang telah kamu perdayakan. Sudah berpuluh ribu tahun umurmu didunia ini, tidak sedikit dari Jin dan Manusia yang kamu jerumuskan ke lembah dosa. kamu bujuk dia, sehingga mau durhaka kepada Tuhan. Sekarang kamu akan merasakan azab sekarat yang melimpah-limpah sesuai dengan perbuatanmu ini."
Setelah Iblis mendengar kata Izrail, serta dilihat disisinya malik berdiri dengan memegang rantai besi, tiba-tiba Iblis melompat lalu lari sekuat-kuatnya. Bila ia lari kesebelah timur, tiba-tiba Izrail sudah berada dihadapannya. Bila lari sekuat-kuatnya kesebelah barat, tiba-tiba dilihatnya Izrail sudah berdiri dihadapannya dan begitu seterusnya.
Kata Izrail : "Hai Iblis, cobalah kamu lari pula sekarang sekuat tenagamu, habiskan kekuatanmu semuanya, silahkan kamu lari kemana kamu akan pergi, akan tetapi akan sia-sialah perbuatanmu. Kamu tak akan dapat melarikan diri dari padaku, walaupun kamu akan melarikan diri kelangit ketujuh sekalipun, hanya masih ada beberapa saat lagi untuk kamu hidup diwaktu ini."
"Jikalau tidak, niscaya sudah dari tadi aku renggut nyawamu"
Kata Iblis : "Ya Izrail, berilah tempo kepadaku untuk pergi ke kubur Adam"
konon ceritanya setelah Iblis bertemu mencari kubur Adam, lalu ia meratap disisi kuburnya : "Hai Adam, dari karena kamulah, aku jadi durhaka kepada Tuhan, dari sebab kamulah ya Adam aku jadi terkutuk"
"Hai Izrail dengan cara apakah anda akan mencabut nyawaku?"
"Sudah kukatakan, kamu akan merasakan sekarat luar biasa" Demikian kata Izrail.
Iblis tidak berdaya, ia harus menyerah, ia diikat dengan rantai oleh Malik sekuat-kuatnya, sehingga ia tidak dapat lari, tangan dan kakinya dibelenggu. Kemudian kata Izrail : "Tahan rasanya sekarat ya Iblis!" Lalu Izrail menarik nyawa Iblis, maka ketika itu Iblis menjerit kesakitan meronta-ronta, nyawanya terus ditarik dengan paksa, kelihatan tubuhnya bergerak bagaikan putus rantai itu, disaksikan oleh Malik.
Demikian Iblis menjerit-jerit, melolong kesakitan seketika nyawanya sedang dicabut. Rupanya sakitnya luar biasa sehingga iblis menjerit sekuatnya. AKhirnya tamatlah riwayat Iblis, berbareng dengan tamatnya riwayat dunia. Kemudian Alloh menyuruh Izrail mencabut nyawanya Roqib, 'Atid, Jibril, Mikail, Isrofil dan lain-lainnya, kemudian Izrail menarik nyawanya sendiri.

ISROFIL MENIUP SANGKAKALA


وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ
"Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri." (Q.S An-Naml ayat 87 )

Dalam ayat diatas tegas sekali Tuhan mengatakan dikala sangkakala ditiup oleh Israfil akan kaget semua yang ada dibumi maupun dilangit. Sesungguhnya yang dimaksud dengan kata terkejut, ialah bukan sekedar kaget seperti orang mendengar guntur, akan tetapi adalah terkejut yang mematikan. Akan tetapi tidak semuanya mati, ada kekecualian yang tidak turut mati, hal ini tentunya sudah diatur lebih dahulu oleh Alloh Yang Maha Kuasa. Maka dengan sebab teriakan Israfil ini akan matilah tiap-tiap yang berjiwa dimuka bumi, manusia dan hewan didarat dan dilaut akan mati semuanya habis tidak tersisa.
Karena tekanan suara Israfil yang seribu geledek kerasnya, maka putuslah rangkaian hati dan jantung manusia. Pecah segala anak telinga, lalu keluar darah dari mulut dan dari hidung dan juga dari liang bulu roma menetes darah.
Alangkah hebatnya teriakan Israfil. Semua yang dilakukan Israfil adalah tugas dari Alloh yang harus dijalankan pada hari itu. Kemudian gunung-gunung yang tinggal sedikit belum hancur maka pada saat itu gunung-gunung itu lalu punah sama sekali laksana debu beterbangan.
Segala manusia dan benda-benda berpelantingan diudara kemudian jatuh kebumi.
Kemudian lama kelamaan wajah bumi berubah berangsur-angsur, lembah dan jurang menjadi rata. Tidak nampak sungai-sungai dan danau-danau, tidak ada sawah dan ladang, tidak ada desa dan kota, tidak ada kebun dan hutan belukar, tidak ada gedung dan jembatan, tidak ada manusia berjalan-jalan dan tidak ada hewan-hewan berkeliaran. Semua kelihatan lenang dan lenggang, keadaan sunyi dan sepi, muka bumi sudah berubah keadaannya, wajah bumi kelihatan putih laksana perak.

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا
"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)."

"Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya;"
( Q.S Az-Zumar ayat 68-69)

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّي نَسْفًا
فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا
لَا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا
"Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,
maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,
tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi."
(Q.S Thaha ayat 105-106-107)

MENJELANG DUNIA KIAMAT


Setelah datang daabbatul-ardhi manusia sudah menjadi panik, dimana-mana orang membicarakan daabbatul-ardhi. Dikala itu ada orang yang tenang-tenag hatinya menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dengan penuh tawakkal, iman dan yakin kepada Alloh, bahwa Alloh beserta orang yang beriman :
لَاتَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
"Jangan bersedih, Alloh beserta kita"

Kata-kata ini bukan sekadar kata-kata, ini telah dibuktikan atas pengalaman-pengalaman Nabi dan para Muslimin, bahwa Alloh betul-betul menolong kepada hamba yang mukmin, betul-betul Alloh memberi pertolongan pada saat-saat dibutuhkan.
Konon keterangannya, sebelum menjelang dunia kiamat orang mukmin selalu memohon kepada Alloh : Ya Alloh, kami minta perlindungan dari bahaya kiamat. Maka oleh karena sebelum mengalami dunia kiamat, kaum Muslimin dipanggil pulang lebih dahulu ke hadhirat Alloh, maksud dari pada itu agar orang-orang mukmin tidak sampai menderita bencana kiamat itu. Apa sebabnya? Maka untuk menjawab pertanyaan ini, baiklah kita teruskan membaca risalah ini selanjutnya.
Pada suatu ketika seluruh penduduk dunia tiba-tiba jadi terperanjat, hati mereka terkejut, dirasa disana-sini bumi bergetar, kemudian bergoncang perlahan-lahan, dan dibarengi suara gemuruh bergegar-gelegar, gunung-gunung mulai batuk-batuk, permulaan dengan kecil-kecilan dan makin lama makin terasa keras bumi bergetar akibat gunung meletus, dan kemudian getaran itu semakin keras bumi jadi bergoyang, bumi bergoncang semakin keras.
Perhatikan Firman Alloh dalam surat Al-Waqi'ah ayat 4-6 :

إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا * وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا * فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

"apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, * dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, * maka jadilah ia debu yang beterbangan,"

Perhatikan Pula Firman Alloh dalam surat Al-Zalzalah ayat 1-3 :

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا * وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا * وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا
"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), * dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, * dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?"

Seluruh gunung-gunung dimuka bumi semuanya bekerja siang dan malam, gunung-gunung yang disangka sudah padam berabad-abad lamanya, tapi kini turut aktif bekerja memuntahkan isi perutnya tidak berhenti-hentinya, seolah-olah isi perutnya akan dikeluarkan seluruhnya.
Dari karena goncangan bumi yang sekeras-kerasnya, sehingga orang tidak dapat duduk diam, isi perut dikocok bagai akan muntah, rumah-rumah dan gedung-gedung bertingkat menjadi runtuh timpa menimpa, lalu menindih orang. Banyak orang menjadi korban tertindih rumah, tertimbun puing-puing dan batu-batu, tertindih pohon-pohon dan tertimpa tiang listrik dijalan raya dan dimana-mana.
Rumah-rumah di desa-desa, dilereng-lereng gunung atau didekat gunung, munah tertimpa batu-batu besar yang disemburkan dari dalam kawah gunung. Sawah ladang musnah tertimbun lahar dan lumpur yang panas, yang dimuntahi oleh gunung yang sedang meletus. Bergelegar-gelegar suara letusan gunung bagai memekakkan anak telinga. Binatang-binatang ternak habis mati bergelimpangan disana sini, hutan-hutan belukar jadi terbakar, segala marga satwa habis mati berkaparan tidak karuan.
Pada saat itu, lupalah orang yang menyusukan kepada anak yang disusuinya, dan orang yang hamil akan gugur kandungan pada saat itu juga. Keadaan manusia seperti orang yang sedang mabuk, padahal bukan mabuk karena minuman keras, hanya gempa kiamat hebat sekali.
Air-air laut bersimbah kedarat mengkaramkan kota dan negeri yang ada di pesisir pantai. kota-kota hancur berantakan, disana-sini timbul kebakaran-kebakaran hebat, kendaraan tidak dapat berlalu lintas, karena jalan-jalan raya tertimbun puing-puing gedung yang roboh menimpa jalan, sehingga lalu lintas macet.
Alam dunia seolah-olah sedang mengamuk kepada manusia karena dosa manusia itu sendiri. Disana-sini kedengaran suara orang menjerit minta tolong dan suara orang merintih terhimpit batu dan sebagainya, tiada yang sempat menolongnya. Suara dahsyat bergegar-gegar, pohon-pohonan terus menerus roboh bertumpang tindih. Gedung-gedung yang tinggi hancur berantakan, kelihatan orang-orang laki-laki dan wanita berlari-larian seperti orang gila karena ketakutan.
Mereka berlari-lari dari dalam rumah, karena takut tertindih rumah, keluar untuk menyelamatkan diri, akan tetapi apa lacur, diluar pohon-pohonan roboh timpa menimpa, diselang-selang tiang-tiang listrik roboh berantakan dijalan raya. Berhari-hari penduduk dunia dalam suasana azab bencana alam, siang dan malam bumi bergoyang terus menerus, tiada ada sebuah gedung tegak berdiri, dan tiada suatu bangunan yang tidak hancur. gunung-gunung terus menerus suaranya berdentuman memuntahkan batu-batu api menyala, dan letusan-letusan gunung itu menyebabkan terjadinya gempa bumi, seluruh dunia keadaannya sama demikian. Mayat-mayat manusia bergelimpangan disana-sini, tidak ada yang mengangkatnya. Kendaraan-kendaraan kelihatan disana-sini jungkir balik tidak keruan, barang yang begitu mahal sudah tidak ada harganya lagi.
Alangkah hebat dan dahsyatnya azab kiamat itu !
Perhatikan Firman Alloh :
الْقَارِعَةُ
مَا الْقَارِعَةُ
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ
يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ
وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ
"Hari Kiamat, ( Sebagian ahli tafsir mengartikan "Suara yang hebat" )
apakah hari Kiamat itu?
Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,
dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan."
( Q.S Al-Qori'ah ayat 1-5 )

فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ
وَخَسَفَ الْقَمَرُ
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
يَقُولُ الْإِنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ

"Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
dan apabila bulan telah hilang cahayanya,
dan matahari dan bulan dikumpulkan,
pada hari itu manusia berkata: "Ke mana tempat berlari?"
( Q.S Al-Qiyamah ayat 7-10 )

Dengan membaca ayat Al-Qori'ah dan ayat Al-Qiyamah, kita dapat membayangkan bagaimana hebatnya bencana alam ketika itu, manusia berlarian kesana kemari ketakutan mencari tempat perlindungan. Tetapi sia-sia belaka, tidak ada setapak pun atau sejengkal tanah yang aman buat manusia.
Yang lebih dahsyat lagi gunung-gunung yang begitu menjulang tinggi sampai ribuan meter tingginya, maka dengan sebab dentuman yang hebat yang tidak hentinya akhirnya menjadi rata dengan bumi. Tanah gunung beterbangan kesana kemari, seolah kapas ditiup angin. Kemudian tanah dan batu-batu gunung jatuh kebumi menimpa apa yang ada di muka bumi.
Apakah kejadian begini tidak hebat? Dimanakah dapat melarikan diri dari bencana ini?
Apakah orang tidak tercengang hatinya melihat bulan tiba-tiba menjadi hilang cahayanya, seperti pelita kehabisan minyak !!
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ
وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ
وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ
وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ
وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ
"Apabila matahari digulung,
dan apabila bintang-bintang berjatuhan,
dan apabila gunung-gunung dihancurkan,
dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)
dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
dan apabila lautan dijadikan meluap"
( Q.S At-Takwir ayat 1-6 )

Belum cukup keheranan hati manusia sampai disitu saja, setelah melihat bulan lenyap cahaya lalu menjadi gelap gulita. Tetapi yang lebih mengejutkan lagi, matahari yang bersinar terang dan panas tiba-tiba pun hilang cahanya sama sekali. Keadaan seluruh alam dunia terus menjadi gelap pekat dimana-mana. Dunia sedang kiamat.
Manusia tetap manusia yang tidak luput dari keheranan dan ketakutan, tengah manusia didalam kebingungan dan ketakutan, serta keheranan yang tidak habis-habisnya, maka pada waktu itu bintang-bintang yang bertaburan di cakrawala, yang beribu-ribu jumlahnya, lalu berjatuhan runtuh ke muka bumi. Bukan main dahsyatnya bencana alam dikala itu, disana sini terdengar ledakan-ledakan hebat dan suara menggelegar membelah akibat daripada bintang yang berjatuhan dari langit.
Pada masa itu panas permukaan bumi luar biasa, hingga air laut menjadi kering, pertama oleh timbunan tanah dan batu yang disemburkan dikala gunung-gunung meletus dan kedua oleh batu-batu meteor dari bintang-bintang itu jatuh tertimbun ke dalam laut.
Dapat dibayangkan, bagaimana binatang-binatang buas dan binatang liar dihutan, mereka dalam ketakutan dan hilang kebuasannya, mereka jadi berkumpul karena ketakutan mendengar suara bergelegar yang memekakakkan telinga. Akhirnya mereka pun mati juga tertimbun tanah dan batu-batu yang berjatuhan di hutan-hutan belukar dan tempo-tempo timbul kebakaran yang memusnahkan mereka.
Alangkah dahsyatnya bencana kiamat itu, demikian keadaan dunia dalam proses kehancurannya, akan hancur semua isinya dan segala yang ada di muka bumi menuju kepada kemusnahannya.
Dalam pada itu datang angin bertiup sangat kencang entah angin apa namanya, diterbangkan segala apa yang ada dimuka bumi. Dan kemudian pada saat yang genting itu malaikat Isrofil meniup sangkakala.

DAABBATUL-ARDHI


Apakah daabbatul-ardhi ini?
Daabbatul-ardhi adalah Hewan raksasa!!!
Perhatikan Firman Alloh didalam surat An-Naml ayat 82 :

وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
"Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami(25)"

(25) : Yang dimaksud dengan "perkataan" di sini ialah ketentuan datangnya masa kehancuran alam. Salah satu dari tanda-tanda kehancuran alam ialah keluarnya sejenis binatang melata yang disebut dalam ayat ini.

Demikian Tuhan terangkan tentang Daabbatul-ardhi, konon kabarnya, bahwa panjang tubuh itu sampai 60 hasta. Artinya tubuh binatang ini tinggi besar, barang siapa yang melihatnya pasti ketakutan. Makhluk ini adalah binatang ajaib diantara keajaibannya itu bahwa binatang ini bisa bicara seperti manusia. Mengatakan pada saat-saat itu masih saja manusia tidak mau beriman kepada tanda-tanda kekuasaan Alloh, bahwa dunia akan kiamat. tegasnya keluarnya dia itu adalah sebagai tanda kiamat.
Makhluk itu adalah makhluk ajaib, mempunyai dua sayap, empat kaki, bentuk badan seperti himar sangat besar, bentu kepalanya seperti kepala sapi, dengan dua tanduk dikepalanya, matanya seperti mata babi, telinganya seperti telinga onta, bulunya halus seperti bulu harimau, berbelang seperti loreng harimau, sayapnya seperti sayap kelelawar, ekornya bagai ekor kibas. Pendeknya Daabbatul-ardhi adalah suatu binatang ajaib, yang belum pernah Tuhan jadikan pada masa dahulu, dan belum pernah dilihat manusia binatang yang berbentuk seperti itu. Satu binatang raksasa yang ajaib, makhluk ini luar biasa besarnya dan amat menakjubkan, ia dapat berjalan berdiri seperti manusia dan dapat berbicara. Ia memegang sebuah tongkat dan sebentuk cincin. Setengah 'ulama menerangkan, bahwa tongkat itu ialah tongkat Nabi Musa a.s. dan cincin itu adalah cincin Nabi Sulaiman a.s.
Katanya mula-mula nampak makhluk ini di malam Jum'at, pada malam itu ia mulai berkeliaran. Pada mulanya orang tidak percaya, masa ada makhluk seperti itu. Setelah siang hari jelaslah makhluk kelihatan besar bukan alang kepalang, kira-kira 30 meter tingginya, orang bukan main dibikin terkejut melihat makhluk raksasa yang belum dikenal oleh ahli sejarah binatang zaman purba bentuk rupanya semacam itu. Melihat makhluk daabbatul-ardhi demikian orang-orang menjadi panik.
Aduh bukan main besarnya dan hebatnya, ia dapat berlari, dapat terbang mengejar mangsanya. Sudah pasti penduduk menjadi ketakutan, orang-orang tidak berani keluar rumah mereka takut dibinasakan. Setiap ia melihat manusia lalu ditangkapnya dipegangnya seperti memegang boneka saja. rupanya makhluk ini bukan memakan manusia, malah pandai berbicara seperti manusia :
Mengapakah engkau insan tidak mau beriman dan yakin kepada Tuhan, padahal tanda-tanda kekuasaan Tuhan telah nyata dan bukti di hadapan mata mereka.
Aku datang bukan untuk memakan daging manusia, atas nama Tuhan memberikan kepadaku kekuasaan, untuk memutuskan siapa mu'min pada hari ini dan siapa kafir?
Kalian tidak perlu takut kepadaku.
Konon kabarnya bila orang ditangkap dan digosok mukanya dengan cincin Nabi Sulaiman, jika ia Muslim maka dengat kudrat Alloh lalu memancar cahaya yang bersinar-sinar dari mukanya itu.
Akan tetapi apabila seorang kafir atau munafik tertangkap olehnya, dilihatnya tidak ada tanda iman padanya, lalu diketoknya kepala orang itu, lacurlah dia, dengan seketika warna muka orang itu berubah menjadi menjadi hitam dan buruk kelihatannya.
Mungkin makhluk ajaib itu adalah seorang malaikat juga yang diperintah oleh Tuhan untuk melakukan tugasnya itu. Karena para malaikat bisa berganti rupa dengan rupa apa saja yang mereka inginkan.
إِنَّ الْمَلَائِكَةَ قَادِرُوْنَ عَلَي التَّشَكٌّلِ وَقَطِعْ الْمَسَافَةِ فِي مُذَّةٍ وَاحِدَةٍ

"Sesungguhnya para malaikat itu pandai berganti rupa, dan memotong perjalanan jauh dalam satu detik saja".
Demikian pendapat 'ulama ahli tauhid tentang malaikat.
Dan demikianlah keterangan Daabbatul-ardhi makhluk raksasa dan ajaib, mengembara ia dimuka bumi dalam tugasnya selama lebih kurang kira-kira sebulan sepuluh hari.

MATAHARI TERBIT DARI SEBELAH BARAT


maka bagi mereka yang tidak mempunyai kesadaran, yang hanya menuruti nafsu, karena dirasa hari masih gelap, malas rasanya untuk bangun, sedang imannya belum ada di dalam hatinya. Ia tidur kembali, atau lebih suka terus-terusan tidur. Tahu-tahu setelah ian bangun dan jadi terkejut bukan buatan. Kenapa?
mimpikah dia? ataukah pandangannya terbalik? kidarkah dia? kenapa dilihatnya matahari pagi itu dari sebelah barat? apakah pemandangan matanya yang terbalik?
Tidak! Tidak! Mereka tidak mimpi, mereka tidak mengigau! Bukan pemandangan mereka yang terbalik! Ini kenyataan. Semua melihat dan mengatakan begitu. Pemandangan mata dihari itu semuanya sama baik tua maupun muda melihat keadaan begitu sama.
Memang benar, matahari sekarang terbit dari sebelah barat! Mengapa begitu? Alamat apakah itu?
Dengan mata terbelalak, dengan mulut menganga, dengan hati penuh tanda tanya.
Penduduk dunia terkejut, semua insan kaget! Dunia menjadi geger!
Oh insan, jangan kamu membuta tuli! Jangan kamu hidup asal mau kesenangan hidup saja! Tahukah kamu!?
Inilah dia suatu tanda! Suatu pertandaan untuk ditutupnya riwayat dunia dan manusia, dan tertutuplah pintu tobat diwaktu itu!
Kalau sudah melihat bukti demikian, barukah kamu mau bertobat? sia-sia tobat kamu.
Setelah kamu saksikan keadaan begitu, barukah kamu mau beriman? Tidak ada gunanya iman kamu. Sudah terlambat.

MASIH ADA KESEMPATAN BILA MAU TOBAT


Pada malam seperti itu, masih ada kesempatan bila orang masih mau bertobat, dan langsung mau beribadat. Bagi orang yang mau sadar dan mau insyaf, masih ada kesempatan baik baginya. Setelah diperhatikan dan ditemukan orang-orang yang sedang berzikir di mesjid dan ditanya olehnya barulah mereka mengerti mengapa keadaan seperti itu, timbullah rasa takut di dalam hatinya terbayang kepadanya segala dosanya yang telah lalu. Lalu ia turut bersama-sama beristighfar di dalam mesjid. Di sana ia mengatakan tobatnya bersama mereka itu.
Itulah Hikmatnya Tuhan jadikan malam yang panjang, memang Alloh Maha Bijaksana, dibukakan kesempatan bagi hambanya pada malam itu jika hambanya masih mau bertobat. Sebab manakala esok harinya, setelah matahari terbit, pintu tobat akan ditutup, walaupun bagaimana mereka menyatakan tobat. Karena besok matahari akan terbit dari sebelah barat. Maka disitulah batas waktunya pintu tobat ditutup oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Perhatikan Sabda Nabi Muhammad S.A.W :

لَاتقُومُ السَّاعَةُ حَتَّىٰ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْمَغْرِبِهَافَإِذَا رَآهَاالنَّاسُ آمَنَ مَنْ عَلَيهَافَذَاكَ حِينَ لَايَنْفَعُ نَفْسًاإِيْمَانُهَالَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ

رَوَاهُ البُخَرِى"Tidak terjadi hari kiamat, hingga terbit matahari dari sebelah barat, maka apabila hal itu dilihat oleh manusia, lalu mereka baru beriman. Maka iman mereka dikala itu tidak ada gunanya, kecuali lebih dulu beriman sebelum itu"

AKIBAT ORANG YANG JAHIL (BODOH) DALAM AGAMA


marilah kita coba tengok dan lihat, bagaimana tingkah lakunya manusia-manusia jahil, kita perhatikan kelakuannya orang-orang yang tidak tahu menahu akan ajaran agama. Tinggallah manusia-manusia durjana, yang tahu asal ada dunia dan alam sebagai tempat hiburan untuk memuaskan nafsu dan melepas birahi, dan tidak tahu sama sekali akan bakal kejadian ini.
Mereka hanya heran keheranan dan bingung, mengapa malam waktu ini sampai begini, dam apakah gara-garanya, sampai malam ini menjadi panjang.
Adapula lucunya bagi mereka yang tidak pernah sholat subuh. Biasanya bangun siang, biasa bangun matahari sudah tinggi, maka tatkala ia mendusin bangun dari tidur, dilihatnya masih gelap, disangkanya hari masih malam, maka dengan tidak berpikir panjang lagi ditarik selimutnya, kembali ia tidur dengan asyik mendengkur, rupanya tidak merasa puas, kalau bangun tidur dilihatnya keadaan masih gelap...... Kemudian tiada berapa lama ia tertidur lalu ia terbangun, ia mendapat mimpi yang hebat sehingga tersentak jadi terbangun kembali. Sungguh seram dan takut mimpi itu, ia bangun dan ia jadi termenung dengan penuh rasa heran, tidur telah terasa menjadi lelah, dan terasa sangat lama......tapi aneh bin ajaib, hari masih gelap juga.
Mengapa hari belum juga siang? Mengapa hari masih gelap gulita? Lalu timbul penasaran didalam hatinya, diperhatikan jarum jamnya, ia bertambah heran. Jam dinding dan jam tangan jalannya akur dan normal, jarum pendek dan jarum panjang sudah berada sama-sama pada angka duabelas. Aneh sungguh aneh hari masih dalam keadaan malam juga, Ia bangun untuk bertanya dan mengakurkan Jam, lalu ia bertambah heran yang tak habis-habisnya, sayup-sayup didengar suara orang mengaji dan berzikir dan bertahlil beramai-ramai didalam mesjid, orang banyak berkumpul laki-laki dan perempuan tua muda besar kecil dan anak-anak, turut berzikir.....Timbul didalam hatinya kebingungan, Apakah yang harus ia perbuat?