Subscribe:

Pages

Senin, 28 November 2011

DI SYURGA ADA TUJUH BUAH NEGERI YANG BESAR-BESAR


Di Syurga ada tujuh buah negeri yang besar-besar, dan mempunyai kota-kota yang besar pula. Gedung-gedungnya yang besar, indah dan megah serta bertingkat. Di tiap kota ada menara yang menjulang ke angkasa, ada taman sari yang kelihatan pemandangannya menyegarkan dan menyenangkan hati, dengan tanaman-tanaman, pohon-pohon yang teratur rapih secara arsitektur dan pohon bunga yang beraneka ragam warna dan sedap di pandang mata. Pohon-pohon sangat rindang daunnya dan sangat lebat buahnya. Dan tidak ada musimnya, dan tidak akan layu buah-buahan itu, dan tidak akan rontok meskipun tidak dipetik.
Buah-buahannya, bermacam-macam pula. Seperti buah-buahan di dunia juga baik bentuk dan rupanya. Seperti anggur, apel, delima, pisang, jeruk, korma dan sebagainya. Akan tetapi meskipun demikian, namun rasa dan manisnya tentunya lebih lezat dan lebih nikmat dari buah-buahan di dunia, demikian Nabi telah menikmati sekalian buah-buahan itu. Dan lain sekali bedanya dengan buah-buahan di dunia, ada musimnya setahun sekali dan ada busuknya kalau disimpan lama-lama. Tidak demikian halnya buah di Syurga. Begitu dipetik, maka pada saat itu tumbuh pula gantinya.
Perhatikan Firman Alloh di bawah ini dalam surat Al-Baqarah ayat 25 :

كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا

"Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa"

LEBIH BESAR TUBUH MALAIKAT JIBRIL DARIPADA BUMI


Ketika Nabi tiba di Sidratul-Muntaha Nabi disuruh memejamkan matanya oleh Jibril. Jibril akan menunjuki keaslian dirinya sebagai malaikat, karena biasanya Jibril turun menemui Nabi dalam keadaan rupa manusia, berpakaian sebagaimana biasa.
Adalah pada hakikatnya besar tubuh jibril itu, kalau dibandingkan dengan besarnya bumi kita, seperti seorang laki-laki dengan sebutir telur, bumi kita ini dapat digenggamnya dalam tapak tangannya. Akan tetapi karena ia malaikat, yang Tuhan berikan tenaga dan kekuatan yang luar biasa dan dapat menciptakan dirinya berbagai rupa, rupa apa saja yang dia inginkan. Dari rupa malaikat sampai menjadi rupa manusia, dari yang besar sampai menjadi yang sekecil-kecilnya. Dari yang kasar, sampai menjadi yang sehalus-halusnya, sehingga tidak dapat dilihat mata manusia, tidak dapat diraba dengan tangan, dan tidak dapat dirasa oleh perasaan manusia. Walaupun demikian keadaan tubuh Jibril, maka kalau dibandingkan dengan Sidratul-Muntaha, maka keadaan tubuh Jibril itu, jauh lebih kecil lagi dari padanya. Begitulah keadaan besarnya Sidratul-Muntaha itu. Adapun pada hakikatnya, besar Sidratul-Muntaha itu hanya Alloh s.w.t. yang lebih mengetahuinya karena Dialah menciptakannya dan menumbuhkannya.
Kembali kita membicarakan Syurga. Kalau kita perhatikan keterangan ayat di dalam surat An-Najm, dapatlah kita suatu kepastian bahwa syurga itu berada di langit yang ketujuh, karena disitulah Nabi melihat Syurga dan apa yang disaksikan Nabi itu semuanya belum pernah dilihat mata adanya di dunia, dan belum pernah didengar adanya kebagusan dan kehebatan yang ada di syurga itu di dalam dunia.
Dan maksud kehadiran disitu tidak lain, supaya dapat disaksikan dari dekat, dapat disaksikan sebelum mati karena apa yang dikatakan akhirat itu sebetulnya sudah ada, dan sudah Tuhan jadikan sama dengan Tuhan jadikan bumi kita atau yang dinamakan dunia.
Tegasnya alam akhirat itu, bukan alam khayal atau alam fatamorgana. Dialah alam yang nyata, bukan alam abstrak. Dialah alam zahir juga seperti alam kita juga. Nabi Muhammad adalah seorang hamba yang telah menjadi kekasih Tuhan, yang telah menjadi kesayangan Tuhan, yang sudah terpilih dan istimewa. Hanya dalam bentuk tubuh adalah seperti manusia kita, akan tetapi dalam martabat ruhnya, dialah adalah pokok dari segala arwah yang Tuhan jadikan.
Semasa beliau belum di mi'rajkan, beliau tahu bahwa dirinya itu tidak beda dengan diri kebanyakan orang, dilahirkan dengan sebab perkawinan antara seorang ibu dan bapak, setelah Nabi Mi'raj dan dapat berhadap-hadapan kepada siapa yang telah menjadikan dirinya maka pada ketika itu Tuhan membukakan rahasianya. Tuhan jadikan alam semesta karena Muhammad dan Tuhan jadikan Muhammad karena Tuhan. Tuhan jadikan Muhammad karena kekasihnya. Maka dimalam Mi'raj itu Tuhan menyatakan cinta dan kasih sayangnya kepada Nabi. Disinilah Nabi baru tahu martabat dirinya itu, adalah orang yang paling mulia di sisi Tuhan, dan orang yang telah menjadi kekasih Tuhan dan sekaligus Tuhan tunjuki kepada Nabi, Syurga yang akan menjadi tempat tinggal Nabi dan diberikan kepada Nabi telaga Al-Kautsar.

BERAPAKAH JAUHNYA PERJALANAN YANG DITEMPUH NABI?


Berapakah jauhnya perjalanan dari bumi ke Mustawa? Pertanyaan ini telah dijawab oleh Alloh di dalam A-Qur'an di surat Al-Ma'arij :

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

"Malaikat-malaikat dan Rukhul-Amin/Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun16"
(16) : Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. Apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu limapuluh ribu tahun.

Demikianlah jauhnya antara bumi dan mustawa. Jadi oleh karena itu, karena Nabi adalah A'radhul-Basyariyah, yakni berwatak Tubuh manusia biasa maka perlulah baginya di istimewakan lebih dahulu, perlu perbekalan-perbekalan yang luar biasa, dengan di isi jiwanya dengan ilmu dan hikmat dan rahasia yang belum ada pada manusia, untuk membuktikan akan kebesaran Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan untuk diperlihatkan kepada hamba-Nya, akan kebesaran kerajaan Alloh.
Alloh Yang Maha Kuasa dapat menciptakan alam semesta dengan Qudrat dan Iradat-Nya. Dan Alloh jadikan semua itu tanpa perkakas atau mekanis. Tapi cukup dengan Ucapan "Kun Fayakun" dengan ucapan "Jadilah" lalu terjadi sebagaimana Tuhan nyatakan di dalam surat Yaasin ayat 82 :

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia."

Demikian rahasia Alloh dalam menjadikan sesuatu, menjadikan alam, menjadikan langit, menjadikan bumi, menjadikan isi dunia, menjadikan malaikat, jin, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, menjadikan Syurga dan Neraka dan sebagainya, maka cukup dengan ucapan saja. Cukuplah dengan kata-kata "Kun" lalu jadi.
Kemudian sekarang kita kembali membicarakan Syurga lebih lanjut. yang dimaksud dengan nama Syurga, kata-kata Syurga diambil dari bahasa sansekerta atau sangkrit. Syurga adalah sesungguhnya beberapa negeri-negeri, dan kota-kota, yang berada semacam di bumi. Atau dunia atau planet, bukan dunia dan planet kita, yang berada sangat jauh dari luar angkasa bumi kita atau dunia kita. Lebih besar dan lebih luas lagi, sebagaimana telah tersebut di atas dalam perjalanan Nabi.
Nabi melihat Sidratul-Muntaha, yang begitu sangat besar keadaannya, dan kalau pohonnya sudah demikian besarnya apalagi buminya. Memang sungguh ajaib dan Indah segala Ciptaan Tuhan.

NABI MUHAMMAD KE RUANG ANGKASA


Sesungguhnya orang yang telah melihat Syurga orang yang kedua adalah Nabi Besar Muhammad s.a.w. dikala beliau Mi'raj pada tanggal 27 rojab setelah 12 tahun dari ke Nabian. Beliaulah dari orang planet bumi yang telah menjelajah ruang angkasa yang mana Islam memperingati peristiwa tiap-tiap tahun.
Yang dikatakan Mi'raj itu, ialah Nabi naik keluar angkasa bumi bersama Malaikat Jibril, Mika'il dan seorang malaikat lainnya, dengan kendaraan "Kilat atau Burak" namanya yang terbangnya secepat kilat yang diimpor dari Syurga. Karena katanya di Syurga telah biasa memakai kendaraan semacam itu. Jibril hanya bertindak sebagai juru bahasa dan penerangan dan mikail mengemudikan kendaraan itu. Dalam perjalanan Mi'raj ini Nabi diajak Jibril singgah di beberapa planet/langit, pertama, kedua, ketiga dan seterusnya sampai yang ketujuh, sampai ke Sidratul Muntaha dan seterusnya sampai ke Mustawa dan perhatikanlah Firman Alloh dalam Surat An-Nadjm ayat 11-15 :

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ

"Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya14"
(14) : Ayat yang ke 4-11 menggambarkan peristiwa turunnya wahyu yang pertama di gua Hira.

أَفَتُمَارُونَهُ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ

"Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?"

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

"Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,"

عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ

"(yaitu) di Sidratil Muntaha15"
(15) : Sidratil Muntaha adalah tempat yang paling tinggi, di atas langit ke-7, yang telah dikunjungi Nabi ketika Mi'raj.

عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ

"Di dekatnya ada syurga tempat tinggal,"

Menurut keterangan ayat-ayat di atas, Syurga Jannatul-Ma'wa didekat atau di sisi Sidratul-Muntaha disitulah Nabi melihat Jibril dalam bentuk rupa aslinya, ialah dalam malaikat yang mempunyai 600 buah sayap. Entah bagaimana tentang rupa atau bentuk sayap Jibril itu, Nabi tidak menjelaskan. Yang Jelas Jibril itu bersayap seperti disebut tadi, dan akan tetapi jikalau Jibril membawa wahyu turun kedunia kepada Nabi Muhammad, ia dalam rupa manusia seperti orang laki-laki berpakaian cukup.
Maka dengan keterangan ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits-Hadits yang mengenai Isra dan Mi'raj Nabi Muhammad s.a.w. teranglah beliaulah dari antara orang planet bumi/dunia yang telah menjelajahi ruang angkasa terus ke alam syurga atau yang dinamakan alam Akhirat dan telah melihat Syurga dan Neraka dari dekat dan terjadi peristiwa itu di bulan Rajab.
Jadi jelasnya Syurga itu berada diluar dari alam dunia kita, yang tidak dapat disangsikan lagi, dan kini Syurga Neraka sudah ada, sudah menunggu orang-orang yang akan mengisinya, menunggu kapan bumi ini menjelang kiamat akan datang. maka pada masa kiamat itu, setelah seluruh umat manusia di hisab, semua dari penduduk planet dunia, akan dipindahkan atau diungsikan kealam yang lain, dimana ada letaknya Syurga dan Neraka. Dari padang mahsyar akan diadakan suatu penyeberangan secara besar-besaran, diletakan suatu alat penyeberang yang dinamakan Sirot, yang mana manusia akan dibagi dalam dua golongan besar. Ada golongan kanan dan ada golongan kiri. Golongan kanan, apabila kembali keakhirat akan ditempatkan di Syurga, dan Golongan kiri bila kembali ke akhirat, akan dikumpulkan di kamp penjara Tuhan ialah mendapat siksaan dan menjadi Bara Api Neraka.
Pembaca yang Budiman.
Kalau kita mengikuti perjalanan Nabi Mi'raj dari mula-mula beliau berangkat, dari masjidil Harom dikota mekkah atau yang disebut Baitullah, sampai beliau singgah dibeberapa tempat-tempat yang bersejarah. Pertama di Thijban atau Yastrib, yang sekarang namanya Medinah, Madijan, tempat Pohon Nabi Musa, kubur masithoh di Mesir yang harum mewangi. Baitul-Lahm tempat lahir Nabi Isa, di Palestina, dibukit thursina tempat Nabi Musa menerima wahyu dan bercakap-cakap kepada Tuhan, dan akhirnya turun di masjidil Aqso, atau baitul-Muqaddas, darus salam atau Yerussalem.
Kemudian dari mesjid ini Nabi bersama Malaikat Jibril dan Mikail, melanjutkan perjalanannya singgah di beberapa langit, sampai kelangit yang ketujuh, seterusnya sampai di Sidratul-Muntaha, dan akhirnya sampailah beliau ke Mustawa atau Asyulah.
Sungguh sangat menarik dan sangat menakjubkan kalau ditinjau perjalanan Mi'raj ini, secara watenschap, secara akliyah atau secara rasionil atau secara ilmiah, akhirnya menambah keimanan kita akan kebesaran yang Maha Pencipta dan Maha Kuasa ialah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Banyak pemandangan yang ajaib-ajaib dan aneh-aneh yang tidak dipikirkan oleh akal yang tanpa Iman akan tetapi hal itu terjadi dan di saksikan oleh mata nabi Muhammad s.a.w.
Secara ilmiah pemberangkatan Nabi bukan hanya sekedar begitu saja, ini patut mendapat perhatian, karena beliau akan berangkat keluar angkasa yang begitu jauhnya. maka sebelum berangkat beliau dioperasi lebih dahulu, dadanya Nabi dibedah Jibril, lalu diisi dengan macam-macam Hikmah ilmu, kekuatan dan sebagainya. Agar terjamin mental dan Pisiknya dalam perjalanan yang sangat berjuta-juta mil, menembus atmosfir dan udara menjelajah ruang angkasa dari planet ke Planet.

SYURGA ADALAH SUATU KERAJAAN BESAR


Kemudian di sisi mereka duduklah bidadari yang telah menjadi isteri mereka, dan kalau sekiranya di syurga tanpa bidadari, bukan syurga lagi namanya.
Perhatikan Firman Alloh dalam surat Ar-Rahman, demikian bunyinya :

فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ


"Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

dalam ayat lain pada surat Al-Insaan ayat 19-20 :

وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَنْثُورًا

"Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan."

وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا

"Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam keni'matan dan kerajaan yang besar."

Syurga adalah disana Tuhan jadikan nikmat yang luar biasa, yang belum pernah Alloh berikan kenikmatan seperti itu, pada hamba-Nya yang manapun juga pada masa di dunia. Syurga sebenarnya merupakan suatu kerajaan besar yang tidak Tuhan berikan kepada manusia di dunia. Biarpun bagaimana besarnya kerajaan di dunia, kalau dibanding dengan kerajaan di Syurga, masih jauh rendah sekali. Apakah di Surga itu bukan merupakan suatu kerajaan? Tidakkah manusia hidup disitu sudah sebagai raja?
Bermahligai yang indah, bertaman sari yang luas dan indah permai, berkebun dengan beraneka warna pohon buah-buahan. Berputeri dengan bidadari yang cantik, muda rupawan, berpelayan yang cantik-cantik jelita, berpiring dan gelas dari perak-perak. Bukankah itu, hidup sebagai raja-raja? sesungguhnya itu semua bukan sebagai gratis diberikan kepada hambanya, akan tetapi sebagai pahala, atau sebagai ganjaran atau sebagai upah dan sebagai pembalasan dan amal jerih payahnya orang-orang yang beriman yang melaksanakan amal yang salih.
cobalah perhatikan Firman Alloh, di dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Waqi'ah :

وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ
أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ
فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ
ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ
وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ
عَلَىٰ سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ
مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ
بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ
لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُونَ
وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ
وَحُورٌ عِينٌ
كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ
جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ


"Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,
Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.
Berada dalam jannah keni'matan.
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian14
Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata,
seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir,
mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli,
laksana mutiara yang tersimpan baik.
Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan."

(14) : yang dimaksud adalah umat sebelum Nabi Muhammad dan umat sesudah Nabi Muhammad s.a.w.

Jelaslah orang-orang yang dimasukan ke dalam syurga karena pembalasan amal mereka yang salih.

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا

"Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,"

Demikian kenikmatan syurga yang diterangkan di dalam Al-Qur'an surat Al-Waqi'ah.
Marilah coba kita ikuti perjalanan Nabi sewaktu Mi'raj ke ruang angkasa.

SIAPAKAH MANUSIA YANG PERGI KE RUANG ANGKASA?


Apakah ada yang bertanya dimanakah syurga itu? Siapakah diantara manusia yang pernah melihat syurga? Dan bilakah ia melihatnya?
Sebetulnya ada orang yang telah melihat Syurga itu, dari pada penduduk dunia ini selain dari Nabi Adam a.s. Pertama Nabi Idris dan kedua Nabi Muhammad s.a.w.
Nabi Idris a.s. demikianlah ceritanya, diantara turunan Nabi Adam a.s. yang terdekat, yang menjadi Nabi sesudah beliau ialah nabi tsis, kedua nabi Idris a.s.
Tiap Nabi tugasnya ialah menganjurkan umatnya, supaya beribadat kepada Tuhan, akan tetapi biasanya anjuran mana tidak diturutnya, dan lalu timbul pertentangan dan permusuhan terhadap nabi itu. Dapat dikatakan bahwa menjadi seorang nabi pasti dimusuhi oleh umatnya.
Demikianlah kiranya Nabi Idris a.s maka untuk menengkan dirinya dan menghindarkan diri dari gangguan kaumnya, selagi beliau duduk beribadat, lalu pergilah nabi Idris a.s. keluar kota setiap pagi seorang diri untuk beribadat di tempat yang sunyi. Disanalah beliau beribadat, sampai petang baru beliau kembali, demikian dilakukan setiap hari.
Pada suatu hari, tatkala beliau sedang pergi menuju tempat peribadatannya, bertemu seorang laki-laki yang tidak dikenal, dan selalu berjalan membuntutinya dari belakang. jika Nabi Idris berhenti ia lalu berhenti, dan jika Nabi Idris berjalan ia pun turut berjalan lagi. Begitu dengan begitu, akhirnya Nabi Idris menaruh curiga, apakah maksud orang itu.
Lalu beliau bertanya : Maaf saudara, saya akan bertanya, siapakah sebenarnya anda ini, dan apakah gerangan maksud anda, jika saya berjalan anda turut membuntuti saya dari belakang dan jika saya berhenti anda lalu berhenti pula?
"Sebetulnya, kata orang itu saya ingin berkawan kepada anda"
Nabi Idris : "Kalau demikian maksud anda saya berterima kasih dan saya terima dengan segala senang hati dan siapakah sebenarnya anda ini?
"Saya sebenarnya adalah malaikatul-Maut" kata orang itu.
Nabi Idris kaget : "Malaikatul maut? hendak mengambil nyawa sayakah anda ini, silahkanlah"
Malaikatul-Maut : "Tidak, saya tidak bermaksud mengambil nyawa anda. Dan kalau sudah waktunya tentu saya tidak berpanjang kalam lagi, sesaat ini juga saya akan cabut nyawa anda. Dan kedatangan saya semata-mata untuk berkawan pada anda"
Nabi Idris : "Nah, jikalau demikian, marilah kita lanjutkan perjalanan ini menuju tempat peribadatan saya".
Demikianlah Nabi Idris bersahabat dengan malaikatul-maut dan mereka duduk beribadat setiap hari pada suatu ketika dengan tidak disangka-sangka Nabi Idris berkata kepada rekannya : "Ya malaikatul-Maut, ada maksud saya yang saya harap cuman andalah yang dapat menyampaikan maksud saya ini".
Malaikatul maut : "Baiklah, cobalah saja ceritakan barangkali saya dapat menolongnya".
Nabi Idris : "Saya ingin tahu bagaimana rasanya di cabut nyawa, itulah permintaan saya"
Malaikatul-Maut : Memang tugas kewajiban saya demikian, akan tetapi untuk mencabut nyawa anda sekarang ini saya tidak berani belum sampai waktunya. Saya merasa heran, orang lain merasa takut akan mati, dan mengapa anda malah memintanya?"
Nabi Idris : "Buat saya tidak soal, kapan saja manusia bisa mati, dan yang saya minta cuma ingin tahu bagaimana rasanya mati itu, lain tidak"
Kemudian malaikat itu sujud kehadirat Illahi selesai itu lalu Nabi Idris disuruh berbaring kemudian dicabut nyawanya perlahan-lahan, lalu matilah Nabi Idris seketika itu tidak berkutik lagi. Setelah itu turun beberapa malaikat dari langit katanya : "Hai Malaikatul-Maut, mengapa anda cabut nyawanya, padahal ini bukan waktunya?"
kata Malaikatul-Maut : "Ini hanya untuk sebentar saja. Dan ini pun adalah untuk menuruti kehendak Idris sendiri seizin Alloh S.W.T. lalu kembalilah malaikat-malaikat itu kelangit.
Beberapa saat kemudian nyawa Nabi Idris dimasukkan kembali dalam tubuhnya dan setelah nyawanya masuk lagi sebagaimana asalnya beliau lalu hidup kembali lalu bangun duduk sambil menggeleng-gelengkan kepala. Katanya : "Ah kawan demikianlah kiranya rasanya maut, jika saya akan mati, saya tidak akan kaget lagi. Beginikah caranya anda mencabut nyawa manusia, apakah semuanya demikian rasanya orang yang di cabut nyawanya?
Kata Malaikatul-Maut : "Tidak semuanya, dan tidak sama. Itu tergantung kepada keadaan orang itu kelak, dan ini adalah dicabut nyawa yang seringan-ringannya. Bagaimana anda rasakan Idris, pada ketika keluar nyawamu?
Jawab Nabi Idris : "Ah bukan buatan rasanya. Seluruh kulit tubuh rasa seperti dikeset, seperti orang menguliti kulit kambing dan pada nyawa keluar berbareng dengan itu saya lihat seolah bintang bintang dilangit jatuh berhamburan ke bumi, dan serasa langit runtuh menimpa bumi dan saya tertimbun didalamnya. Demikianlah perasaan saya disaat itu."
Nabi Idris bermaksud lain lagi, pada suatu masa nabi Idris berkata kepada Malaikatul-Maut "Ya kawan, dapatkah kiranya anda mengajak untuk naik kelangit akan melihat neraka?"
Oh Idris, ada pula lagi permintaan anda yang aneh-aneh saja. Dulu anda ingin di cabut nyawa, tegasnya ingin mati, sedang orang lain takut akan mati, dan sekarang ingin keneraka pula katanya.
Kata Nabi Idris : Kalau memang anda betul mengakui kawan pada saya, saya kira tidak keberatan untuk menyampaikan keinginan saya, cobalah anda memohon untuk saya soal itu, kepada Tuhan Yang Maha Kuasa".
Malaikatul-Maut itu sujud kehadirat Alloh, selesai sujud malaikat itu berkata : "Permohonan anda terkabul dan marilah ikut saya"
Nabi Idris dibawa malaikatul-Maut pergi melihat neraka, seketika keduanya sampai di neraka, keduanya disambut oleh malaikat Malik Zabaniyah penjaga Neraka atau pengurus Neraka. Malaikatul Maut menceritakan apa maksud kedatangan keduanya datang keneraka. Lalu dibukakan pintunya terlihat oleh Nabi Idris akan terompah dari Besi. Dan terompah ini untuk disuruh pakaikan orang orang yang akan disiksa disitu.
Kemudian Nabi Idris minta Izin untuk coba memakai terompah itu sambil dinyalakan apinya. Setelah terompah itu merah seperti bara lalu Nabi Idris memasukan kakinya keterompah itu. Baru saja diletakan kakinya beberapa menit saja Nabi Idris berteriak karena panasnya. Lalu buru-buru kakinya diangkat kembali rasanya panas terompa itu bukan buatan bagaikan meletus otak kepalanya.
Kata Malaikatul Maut : "Bagaimana rasanya?"
Cukup Panas kata Nabi Idris hampir hampir saja pecah kepala saya karena panasnya.
Selesai itu Nabi Idris minta izin dan berterima kasih kepada malaikat penjaga neraka dan lalu meninggalkan tempat itu. Sungguh hebat dan mengerikan segala macam siksaan yang akan ditimpakan kelak kepada orang yang akan dimasukan kedalam neraka. Kata Malaikatul-Maut : "Puaskah anda Ya Idris, marilah kita kembali"
Kemudian kata Nabi Idris dengan tiba-tiba : "Tunggu dulu kawan, ada suatu hal yang saya akan bicarakan kawan"
Malaikatul-Maut memandang kepadanya : Cobalah katakan"
"satu lagi permintaan saya, terlanjur saya sudah berada disini, sudah melihat dari dekat keadaan neraka, maka akan penasaran kiranya hati saya, kalau tidak sekalian melihat Syurga dari dekat, bukankah begitu kawan?" Kata Nabi Idris sambil tersenyum, sehingga malaikatul-maut turut tersenyum pula sambil berkata : "Anda memang benar pintar. Ada-ada saja permintaan anda ini"
kemudian Malaikatul-Maut itu sujud kehadirat Alloh, selesai sujud malaikat itu berkata : "Marilah Idris, permohonan anda telah diterima"
Kemudian keduanya menuju Syurga. Dan benar saja beberapa puluh meter dari pintu gapura Syurga Nabi Idris telah dapat mencium wangi-wangian Syurga yang amat harum, dan telah dapat mendengar lagu-lagu Syurga yang amat merdu. Malaikatul-Maut bercakap-cakap sebentar seelah memberi salam kepada malaikat Ridwan. Keduanya di persilahkan masuk. Alangkah tercengangnya Nabi Idris melihat akan keindahan Syurga, kiranya di Syurga lain daripada didunia. Gedung-gedung yang bagus-bagus dan menara yang tinggi serta sungai-sungai yang besar yang airnya dari Madu, susu, arak dan sebagainya. Kebun-kebun buah-buahan yang sangat teratur, pohon-pohon buah yang sangat rindang daunnya dan sangat lebat buahnya, pohon-pohon anggur, apel, delima, pisang, segala ada disana. Taman-taman bunga yang sangat indah dan sangat teratur letak pohonnya. Serta kolam air mancur, yang menambah ta'jub mata memandang disekelilingnya, harum semerbak bau bunga yang sedang mekar berkembang.
Puas Nabi Idris melihat pemandangan yang indah-indah lalu Nabi Idris di ajak melihat Mahligai mahligai syurga. Nabi Idris terpesona lagi melihat bidadari Syurga yang cantik-cantik dan tidak membosankan mata memandangn dengan pakaian mereka yang luar biasa bagusnya serta bertabur intan berlian didadanya yang menambah gairah siapa melihatnya. Malaikatul-Maut memperkenalkan kepada mereka, bahwa inilah seorang daripada Nabi Alloh yang masih Hidup dibumi untuk melihat keadaan Syurga.
Nabi Idris dipersilahkan duduk dikursi yang sangat indah dan sangat empuk dan dilantai dihampari permadani yang sangat indahnya. Tidak lama kemudian datanglah bidadari pelayan syurga membawa nampan berisi makanan dan buah-buahan yang beraneka ragam rupanya dan dihidangkan minum minuman yang sangat lezat cita rasanya, dan tidak memabukkan. Bukan main lezat dan nikmat rasa makanan dan buah-buahan sehingga sukar untuk Nabi Idris mengatakannya, berbarengan Nabi Idris menikmati buah-buahan itu terdengarlah suara lagu yang sangat merdu.
Dalam pada itu terpikirlah dalam hati Idris, untuk tidak kembali lagi kedunia, segan hatinya. Untuk ia kembali lagi kebumi, dan bagaimanakah akalnya, dan apa alasannya ia telah menyusun jawaban-jawabannya.
Setelah Nabi Idris puas menikmati makan-makanan dan minuman yang lezat lalu beliau diajak melihat-lihat ruangan dan bilik-bilik di Syurga. Yang mana di tiap bilik itu ada penghuninya bidadari serta inang pengasuhnya.
Kemudian setelah itu lalu Nabi Idris diajak pulang, maka setelah mereka sudah berada diluar dan sedang menuju akan jalan pulang, tiba-tiba kata Nabi Idris : Oh, Tunggu dulu kawan, saya lupa memakai terumpah saya tertinggal di dalam bilik sana, tunggu saya akan mengambilnya"
Kemudian Malaikatul-Maut mengiringi nabi Idris sampai ke Pintu, dan Nabi Idris lalu masuk kedalam. Kemudian setelah beliau di dalam, Ia terus diam dan tidak mau keluar lagi. Sehingga bidadari merasa heran, Malaikatul-Maut lalu datang menghampiri Nabi Idris dan berkata : Ya Idris, marilah kita kembali kedunia"
"Tidak kawan, kata nabi Idris, saya segan untuk kembali kedunia lagi, betul-betul saya tidak mau keluar dari sini"
Semua yang mendengar kata Nabi Idris merasa heran dan merasa kaget, kata Malaikatul-Maut : "Ya Idris, marilah kita kembali, jangan sampai di Murkai Alloh."
Kemudian kata Nabi Idris : "Tahukah anda sekalian, Tuhan telah berfirman siapa yang telah masuk Syurga kekal tidak akan keluar lagi buat selama-lamanya.Saya Tahu, orang yang boleh masuk Syurga ialah orang yang telah menjalankan perintah Alloh. Dan telah melalui beberapa perkara. Orang yang sudah mati, cobalah anda pikir. Saya sudah melakukan kewajiban saya sebagai Rosul, dan saya telah merasakan Mati, kemudian saya telah merasakan Api Neraka, dan sekarang saya sudah berada di Syurga, mengapakah saya perlu keluar lagi?"
Semua malaikat yang hadir dan segala bidadari merasa kagum akan jawaban Nabi Idris yang begitu lancar dan tepat. Sehingga malaikatul-maut tidak berdaya dan tidak dapat menjawabnya sehingga mereka jadi berpandangan dan tidak dapat berkata apa-apa sepatah pun.
Kemudian Malaikatul-Maut itu sujud kepada Tuhan melaporkan hal itu.
Kemudian selesai ia sujud, terdengar suara dari Hadratulloh : "Ya Idris, memang benar telah aku janjikan, bahwa syurga itu kusediakan untuk hamba-hambaku yang beramal salih. Dan memang benar, siapa yang masuk ke Syurga tidak keluar lagi buat selama-lamanya. Tapi ingat ya Idris, aku telah membuat peraturan dan hukum atau rencana yang tidak akan aku rubah dan telah aku tetapkan dan tidak akan aku cabut kembali, Bahwa :
  • dibenarkan orang yang masuk Syurga orang yang taat
  • dibenarkan orang itu masuk ke Syurga, setelah Yaumil-Qiyamat
  • dibenarkan orang itu masuk ke Syurga, setelah dihisab
  • dibenarkan orang itu masuk ke Syurga, setelah bersih dari dosa
  • dibenarkan orang itu masuk ke Syurga, setelah umat Nabi Muhammad lebih dahulu
Demikianlah antara lain peraturan yang telah aku tetapkan. Oleh karena itu, tidaklah engkau berhak tinggal di Syurga pada waktu sekarang ini"
Mendengar itu Nabi Idris merasa sedih hatinya, sembahnya : "Ya Tuhanku, hamba menurut saja akan putusan-Mu itu, akan tetapi hamba mohon kehadirat-Mu dan Rahmat-Mu. Hamba merasa enggan kembali kedunia lagi ya Tuhanku. Terserah kepada engkau akan menempatkan hamba dimana saja, hamba akan berbuat ibadat sementara menanti kiamat akan tiba"
Akhirnya dengan se izin Alloh Nabi Idris tinggal menetap dilangit yang ke empat, yang mana ketika Nabi Muhammad S.A.W. Mi'raj diberi kesempatan bertemu dengan Nabi Idris A.S.
Demikianlah manusia yang pertama dari penduduk Dunia yang telah pergi kealam Syurga, atau telah pergi keruangan angkasa dan ia akan turun nanti setelah Qiyamat.

NAMA-NAMA KOTA DI SYURGA DI ANTARANYA


Di dalam Al-Qur'an disebutkan nama kota-kota di syurga antara lain :
  1. Jannatu 'Adn
  2. Jannatu Firdaus
  3. Jannatu ma'wa
  4. Jannatu Khuldi
  5. Darus Salam
  6. Darul Qoror
  7. Darul Jalal
  8. Darul jinan
  9. Darul Bawar
  10. Darun Na'im
  11. Darul Maqomah
dan sebagainya. Demikian antara lain nama-nama Syurga.
Para Pembaca yang Budiman!
Kalau negeri-negeri di dunia dan kota-kota di dunia mempunyai nama, demikian pula kota-kota dan negeri di Syurga, mempunyai nama juga.
Sudah barang tentu karena letaknya kota-kota itu seluruhnya berada di bawah Sidratul-Muntaha, maka oleh karena itulah di syurga tidak terlihat panas matahari. Sejauh mata memandang hanya kelihatan cabang-cabang, dahan pohon itu menutupi ufuk yang tinggi menutupi kaki langit.
Demikian kehebatan Sidratul-Muntaha.
Cobalah perhatikan Firman Alloh di dalam surat Al-Insaan :

وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلَالُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوفُهَا تَذْلِيلًا

"Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya."

Demikian dari sangat rindang daun pohon di syurga, dan sangat rendah buahnya sehingga dengan mudah sekali orang dapat memetiknya. Dan buah-buahan disana tidak ada musimnya, kapan saja buah dipetik maka dalam beberapa saat lalu ia berbuah lagi.
Mereka di Syurga dapat menikmati pemandangan-pemandangan yang indah dari tempat kedudukan mereka, dan mereka dapat menikmati lagu-lagu yang merdu merayu kalbu. Dinyanyikan oleh biduan-biduan syurga dari bidadari-bidadari yang khusus untuk menghibur mereka. Mereka di layani oleh pelayan yang muda-muda dan cantik-cantik dari pada wildan dan bidadari.

وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا

"Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca,"

قَوَارِيرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوهَا تَقْدِيرًا

"(yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya."

Yakni zat piala itu dari perak, tapi jernihnya seperti kaca, sedang piala-piala itu besarnya telah diukur oleh pengedar piala, sehingga tidak kebesaran dantidak kekecilan, bahkan enak dan cocok dan pantas bagi peminumnya.

وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا * عَيْنًا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلْسَبِيلًا

"Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah zanjabil yaitu semacam minuman air bandrek."
"(Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil minuman khas orang-orang syurga."