Apakah ada yang bertanya dimanakah syurga itu? Siapakah diantara manusia yang pernah melihat syurga? Dan bilakah ia melihatnya?
Sebetulnya
ada orang yang telah melihat Syurga itu, dari pada penduduk dunia ini
selain dari Nabi Adam a.s. Pertama Nabi Idris dan kedua Nabi Muhammad
s.a.w.
Nabi Idris a.s. demikianlah ceritanya, diantara turunan Nabi
Adam a.s. yang terdekat, yang menjadi Nabi sesudah beliau ialah nabi
tsis, kedua nabi Idris a.s.
Tiap Nabi tugasnya ialah menganjurkan
umatnya, supaya beribadat kepada Tuhan, akan tetapi biasanya anjuran
mana tidak diturutnya, dan lalu timbul pertentangan dan permusuhan
terhadap nabi itu. Dapat dikatakan bahwa menjadi seorang nabi pasti
dimusuhi oleh umatnya.
Demikianlah kiranya Nabi Idris a.s maka untuk
menengkan dirinya dan menghindarkan diri dari gangguan kaumnya, selagi
beliau duduk beribadat, lalu pergilah nabi Idris a.s. keluar kota setiap
pagi seorang diri untuk beribadat di tempat yang sunyi. Disanalah
beliau beribadat, sampai petang baru beliau kembali, demikian dilakukan
setiap hari.
Pada suatu hari, tatkala beliau sedang pergi menuju
tempat peribadatannya, bertemu seorang laki-laki yang tidak dikenal, dan
selalu berjalan membuntutinya dari belakang. jika Nabi Idris berhenti
ia lalu berhenti, dan jika Nabi Idris berjalan ia pun turut berjalan
lagi. Begitu dengan begitu, akhirnya Nabi Idris menaruh curiga, apakah
maksud orang itu.
Lalu beliau bertanya : Maaf saudara, saya akan
bertanya, siapakah sebenarnya anda ini, dan apakah gerangan maksud anda,
jika saya berjalan anda turut membuntuti saya dari belakang dan jika
saya berhenti anda lalu berhenti pula?
"Sebetulnya, kata orang itu saya ingin berkawan kepada anda"
Nabi
Idris : "Kalau demikian maksud anda saya berterima kasih dan saya
terima dengan segala senang hati dan siapakah sebenarnya anda ini?
"Saya sebenarnya adalah malaikatul-Maut" kata orang itu.
Nabi Idris kaget : "Malaikatul maut? hendak mengambil nyawa sayakah anda ini, silahkanlah"
Malaikatul-Maut
: "Tidak, saya tidak bermaksud mengambil nyawa anda. Dan kalau sudah
waktunya tentu saya tidak berpanjang kalam lagi, sesaat ini juga saya
akan cabut nyawa anda. Dan kedatangan saya semata-mata untuk berkawan
pada anda"
Nabi Idris : "Nah, jikalau demikian, marilah kita lanjutkan perjalanan ini menuju tempat peribadatan saya".
Demikianlah
Nabi Idris bersahabat dengan malaikatul-maut dan mereka duduk beribadat
setiap hari pada suatu ketika dengan tidak disangka-sangka Nabi Idris
berkata kepada rekannya : "Ya malaikatul-Maut, ada maksud saya yang saya
harap cuman andalah yang dapat menyampaikan maksud saya ini".
Malaikatul maut : "Baiklah, cobalah saja ceritakan barangkali saya dapat menolongnya".
Nabi Idris : "Saya ingin tahu bagaimana rasanya di cabut nyawa, itulah permintaan saya"
Malaikatul-Maut
: Memang tugas kewajiban saya demikian, akan tetapi untuk mencabut
nyawa anda sekarang ini saya tidak berani belum sampai waktunya. Saya
merasa heran, orang lain merasa takut akan mati, dan mengapa anda malah
memintanya?"
Nabi Idris : "Buat saya tidak soal, kapan saja manusia
bisa mati, dan yang saya minta cuma ingin tahu bagaimana rasanya mati
itu, lain tidak"
Kemudian malaikat itu sujud kehadirat Illahi selesai
itu lalu Nabi Idris disuruh berbaring kemudian dicabut nyawanya
perlahan-lahan, lalu matilah Nabi Idris seketika itu tidak berkutik
lagi. Setelah itu turun beberapa malaikat dari langit katanya : "Hai
Malaikatul-Maut, mengapa anda cabut nyawanya, padahal ini bukan
waktunya?"
kata Malaikatul-Maut : "Ini hanya untuk sebentar saja. Dan
ini pun adalah untuk menuruti kehendak Idris sendiri seizin Alloh
S.W.T. lalu kembalilah malaikat-malaikat itu kelangit.
Beberapa saat
kemudian nyawa Nabi Idris dimasukkan kembali dalam tubuhnya dan setelah
nyawanya masuk lagi sebagaimana asalnya beliau lalu hidup kembali lalu
bangun duduk sambil menggeleng-gelengkan kepala. Katanya : "Ah kawan
demikianlah kiranya rasanya maut, jika saya akan mati, saya tidak akan
kaget lagi. Beginikah caranya anda mencabut nyawa manusia, apakah
semuanya demikian rasanya orang yang di cabut nyawanya?
Kata
Malaikatul-Maut : "Tidak semuanya, dan tidak sama. Itu tergantung kepada
keadaan orang itu kelak, dan ini adalah dicabut nyawa yang
seringan-ringannya. Bagaimana anda rasakan Idris, pada ketika keluar
nyawamu?
Jawab Nabi Idris : "Ah bukan buatan rasanya. Seluruh kulit
tubuh rasa seperti dikeset, seperti orang menguliti kulit kambing dan
pada nyawa keluar berbareng dengan itu saya lihat seolah bintang bintang
dilangit jatuh berhamburan ke bumi, dan serasa langit runtuh menimpa
bumi dan saya tertimbun didalamnya. Demikianlah perasaan saya disaat
itu."
Nabi Idris bermaksud lain lagi, pada suatu masa nabi Idris
berkata kepada Malaikatul-Maut "Ya kawan, dapatkah kiranya anda mengajak
untuk naik kelangit akan melihat neraka?"
Oh Idris, ada pula lagi
permintaan anda yang aneh-aneh saja. Dulu anda ingin di cabut nyawa,
tegasnya ingin mati, sedang orang lain takut akan mati, dan sekarang
ingin keneraka pula katanya.
Kata Nabi Idris : Kalau memang anda
betul mengakui kawan pada saya, saya kira tidak keberatan untuk
menyampaikan keinginan saya, cobalah anda memohon untuk saya soal itu,
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa".
Malaikatul-Maut itu sujud kehadirat Alloh, selesai sujud malaikat itu berkata : "Permohonan anda terkabul dan marilah ikut saya"
Nabi
Idris dibawa malaikatul-Maut pergi melihat neraka, seketika keduanya
sampai di neraka, keduanya disambut oleh malaikat Malik Zabaniyah
penjaga Neraka atau pengurus Neraka. Malaikatul Maut menceritakan apa
maksud kedatangan keduanya datang keneraka. Lalu dibukakan pintunya
terlihat oleh Nabi Idris akan terompah dari Besi. Dan terompah ini untuk
disuruh pakaikan orang orang yang akan disiksa disitu.
Kemudian Nabi
Idris minta Izin untuk coba memakai terompah itu sambil dinyalakan
apinya. Setelah terompah itu merah seperti bara lalu Nabi Idris
memasukan kakinya keterompah itu. Baru saja diletakan kakinya beberapa
menit saja Nabi Idris berteriak karena panasnya. Lalu buru-buru kakinya
diangkat kembali rasanya panas terompa itu bukan buatan bagaikan meletus
otak kepalanya.
Kata Malaikatul Maut : "Bagaimana rasanya?"
Cukup Panas kata Nabi Idris hampir hampir saja pecah kepala saya karena panasnya.
Selesai
itu Nabi Idris minta izin dan berterima kasih kepada malaikat penjaga
neraka dan lalu meninggalkan tempat itu. Sungguh hebat dan mengerikan
segala macam siksaan yang akan ditimpakan kelak kepada orang yang akan
dimasukan kedalam neraka. Kata Malaikatul-Maut : "Puaskah anda Ya Idris,
marilah kita kembali"
Kemudian kata Nabi Idris dengan tiba-tiba : "Tunggu dulu kawan, ada suatu hal yang saya akan bicarakan kawan"
Malaikatul-Maut memandang kepadanya : Cobalah katakan"
"satu
lagi permintaan saya, terlanjur saya sudah berada disini, sudah melihat
dari dekat keadaan neraka, maka akan penasaran kiranya hati saya, kalau
tidak sekalian melihat Syurga dari dekat, bukankah begitu kawan?" Kata
Nabi Idris sambil tersenyum, sehingga malaikatul-maut turut tersenyum
pula sambil berkata : "Anda memang benar pintar. Ada-ada saja permintaan
anda ini"
kemudian Malaikatul-Maut itu sujud kehadirat Alloh,
selesai sujud malaikat itu berkata : "Marilah Idris, permohonan anda
telah diterima"
Kemudian keduanya menuju Syurga. Dan benar saja
beberapa puluh meter dari pintu gapura Syurga Nabi Idris telah dapat
mencium wangi-wangian Syurga yang amat harum, dan telah dapat mendengar
lagu-lagu Syurga yang amat merdu. Malaikatul-Maut bercakap-cakap
sebentar seelah memberi salam kepada malaikat Ridwan. Keduanya di
persilahkan masuk. Alangkah tercengangnya Nabi Idris melihat akan
keindahan Syurga, kiranya di Syurga lain daripada didunia. Gedung-gedung
yang bagus-bagus dan menara yang tinggi serta sungai-sungai yang besar
yang airnya dari Madu, susu, arak dan sebagainya. Kebun-kebun
buah-buahan yang sangat teratur, pohon-pohon buah yang sangat rindang
daunnya dan sangat lebat buahnya, pohon-pohon anggur, apel, delima,
pisang, segala ada disana. Taman-taman bunga yang sangat indah dan
sangat teratur letak pohonnya. Serta kolam air mancur, yang menambah
ta'jub mata memandang disekelilingnya, harum semerbak bau bunga yang
sedang mekar berkembang.
Puas Nabi Idris melihat pemandangan yang
indah-indah lalu Nabi Idris di ajak melihat Mahligai mahligai syurga.
Nabi Idris terpesona lagi melihat bidadari Syurga yang cantik-cantik dan
tidak membosankan mata memandangn dengan pakaian mereka yang luar biasa
bagusnya serta bertabur intan berlian didadanya yang menambah gairah
siapa melihatnya. Malaikatul-Maut memperkenalkan kepada mereka, bahwa
inilah seorang daripada Nabi Alloh yang masih Hidup dibumi untuk melihat
keadaan Syurga.
Nabi Idris dipersilahkan duduk dikursi yang sangat
indah dan sangat empuk dan dilantai dihampari permadani yang sangat
indahnya. Tidak lama kemudian datanglah bidadari pelayan syurga membawa
nampan berisi makanan dan buah-buahan yang beraneka ragam rupanya dan
dihidangkan minum minuman yang sangat lezat cita rasanya, dan tidak
memabukkan. Bukan main lezat dan nikmat rasa makanan dan buah-buahan
sehingga sukar untuk Nabi Idris mengatakannya, berbarengan Nabi Idris
menikmati buah-buahan itu terdengarlah suara lagu yang sangat merdu.
Dalam
pada itu terpikirlah dalam hati Idris, untuk tidak kembali lagi
kedunia, segan hatinya. Untuk ia kembali lagi kebumi, dan bagaimanakah
akalnya, dan apa alasannya ia telah menyusun jawaban-jawabannya.
Setelah
Nabi Idris puas menikmati makan-makanan dan minuman yang lezat lalu
beliau diajak melihat-lihat ruangan dan bilik-bilik di Syurga. Yang mana
di tiap bilik itu ada penghuninya bidadari serta inang pengasuhnya.
Kemudian
setelah itu lalu Nabi Idris diajak pulang, maka setelah mereka sudah
berada diluar dan sedang menuju akan jalan pulang, tiba-tiba kata Nabi
Idris : Oh, Tunggu dulu kawan, saya lupa memakai terumpah saya
tertinggal di dalam bilik sana, tunggu saya akan mengambilnya"
Kemudian
Malaikatul-Maut mengiringi nabi Idris sampai ke Pintu, dan Nabi Idris
lalu masuk kedalam. Kemudian setelah beliau di dalam, Ia terus diam dan
tidak mau keluar lagi. Sehingga bidadari merasa heran, Malaikatul-Maut
lalu datang menghampiri Nabi Idris dan berkata : Ya Idris, marilah kita
kembali kedunia"
"Tidak kawan, kata nabi Idris, saya segan untuk kembali kedunia lagi, betul-betul saya tidak mau keluar dari sini"
Semua
yang mendengar kata Nabi Idris merasa heran dan merasa kaget, kata
Malaikatul-Maut : "Ya Idris, marilah kita kembali, jangan sampai di
Murkai Alloh."
Kemudian kata Nabi Idris : "Tahukah anda sekalian,
Tuhan telah berfirman siapa yang telah masuk Syurga kekal tidak akan
keluar lagi buat selama-lamanya.Saya Tahu, orang yang boleh masuk Syurga
ialah orang yang telah menjalankan perintah Alloh. Dan telah melalui
beberapa perkara. Orang yang sudah mati, cobalah anda pikir. Saya sudah
melakukan kewajiban saya sebagai Rosul, dan saya telah merasakan Mati,
kemudian saya telah merasakan Api Neraka, dan sekarang saya sudah berada
di Syurga, mengapakah saya perlu keluar lagi?"
Semua malaikat yang
hadir dan segala bidadari merasa kagum akan jawaban Nabi Idris yang
begitu lancar dan tepat. Sehingga malaikatul-maut tidak berdaya dan
tidak dapat menjawabnya sehingga mereka jadi berpandangan dan tidak
dapat berkata apa-apa sepatah pun.
Kemudian Malaikatul-Maut itu sujud kepada Tuhan melaporkan hal itu.
Kemudian
selesai ia sujud, terdengar suara dari Hadratulloh : "Ya Idris, memang
benar telah aku janjikan, bahwa syurga itu kusediakan untuk
hamba-hambaku yang beramal salih. Dan memang benar, siapa yang masuk ke
Syurga tidak keluar lagi buat selama-lamanya. Tapi ingat ya Idris, aku
telah membuat peraturan dan hukum atau rencana yang tidak akan aku rubah
dan telah aku tetapkan dan tidak akan aku cabut kembali, Bahwa :
- dibenarkan orang yang masuk Syurga orang yang taat
- dibenarkan orang itu masuk ke Syurga, setelah Yaumil-Qiyamat
- dibenarkan orang itu masuk ke Syurga, setelah dihisab
- dibenarkan orang itu masuk ke Syurga, setelah bersih dari dosa
- dibenarkan orang itu masuk ke Syurga, setelah umat Nabi Muhammad lebih dahulu
Demikianlah
antara lain peraturan yang telah aku tetapkan. Oleh karena itu,
tidaklah engkau berhak tinggal di Syurga pada waktu sekarang ini"
Mendengar
itu Nabi Idris merasa sedih hatinya, sembahnya : "Ya Tuhanku, hamba
menurut saja akan putusan-Mu itu, akan tetapi hamba mohon kehadirat-Mu
dan Rahmat-Mu. Hamba merasa enggan kembali kedunia lagi ya Tuhanku.
Terserah kepada engkau akan menempatkan hamba dimana saja, hamba akan
berbuat ibadat sementara menanti kiamat akan tiba"
Akhirnya dengan se
izin Alloh Nabi Idris tinggal menetap dilangit yang ke empat, yang mana
ketika Nabi Muhammad S.A.W. Mi'raj diberi kesempatan bertemu dengan
Nabi Idris A.S.
Demikianlah manusia yang pertama dari penduduk Dunia
yang telah pergi kealam Syurga, atau telah pergi keruangan angkasa dan
ia akan turun nanti setelah Qiyamat.